Pemkab Dharmasraya Gagas Program Pria Tangguh Kawal Ibu Hamil, Ini Kegunaannya

Penulis -

Kamis, 25 Juli 2019 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau Punjung, Prokabar – Guna menekan angka kematian ibu (AKI), Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan menggagas program pria tangguh kawal ibu hamil (Patwal Bumil).

“Patwal bumil ini lebih fokus mengawal ibu kategori kehamilan risiko tinggi, dan secara umum untuk seluruh ibu hamil,” kata Kepala Dinkes Dharmasraya, Rahmadian, Kamis (25/7).

Ia menjelaskan kondisi ibu dalam kategori kehamilan risiko tinggi memiliki penyakit, seperti darah tinggi, kelainan jantung, anemia, asma kencing manis, sering terjadi keguguran, pernah operasi sesar atau pengangkatan miom, dan lainnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Pelaksanaan patwal bumil tentu melibatkan suami ibu hamil itu sendiri, dan orang yang berpengaruh pada lingkungan masyarakat.

Melalui gerakan suami sayang istri, kata dia para suami dan orang terdekat keluarga harus lebih peka tentang pentingnya memberi perhatian kepada ibu hamil guna mengantisipasi hal yang tidak dinginkan terjadi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Jadi suami dan anggota keluarga harus peka terhadap kondisi kehamilan ibu, asupan gizinya, serta menyangkut keselamatan ibu dari mulai positif hamil sampai melahirkan, intinya ada upaya suami dalam memperhatikan kondisi kehamilan ibu,” ungkap dia.

Menurut dia sebagai langkah awal gerankan tersebut sudah disosialisasikan kepeada wali nagari dan pemangku adat, dan perwakilan masyarakat dengan harapan mendapat dukungan dari seluruh masyarakat dan petugas kesehatan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berdasarkan data Dinkse Dharmasraya angka kematian ibu turun dalam dua tahun terakhir, misal pada 2017 AKI delapan kasus, 2018 empat kasus, dan 2019 hingga Juni baru dua kasus.

“Meskipun angka kematian ibu turun, kami akan terus berupaya menargetkan nihil kasus AKI dengan program-program yang sudah berjalan,” tambah dia. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB