Daerah

Dewan Minta Baznas Padang Bisa Lebih Transparan 

Dibaca : 538

Padang, Prokabar – Anggota DPRD Padang yang juga Ketua Fraksi Golkar Dprd Padang, Zulhardi Z Latif mengungkapkan, pada dasarnya anggota DPRD Padang hanya meminta Baznas Kota Padang lebih transparan.

Hal ini terkait seputar banyaknya pertanyaan yang masuk kepada Baznas Kota Padang oleh tak kurang sepuluh anggota Dprd Padang pada rapat dengar pendapat akhir pekan lalu.

“Tak ada keinginan dari kami di DPRD untuk ambil bagian menyalurkan paket sembako dalam Program Ramadan Berbagi dari Baznas Kota Padang. Kami hanya ingin agar ada transparansi penerima Paket sembako, dan juga transparansi dalam pengadaan tujuh jenis sembako, mengingat dananya cukup besar mencapai 3,7 miliar rupiah.” sebut politisi yang juga ketua IPSI Kota Padang tersebut.

Lebih lanjut Zulhardi menambahkan dari hasil penjelasan Pimpinan Baznas Padang, masih ada yang mengganjal, yakni seputar transparansi penerima dan juga bagaimana pengadaan paket sembako dilakukan.

“Bisa ditempel di papan pengumuman Masjid atau Musala, bisa juga diumumkan di media massa, atau pun di papan pengumuman di halaman Baznas Padang. Semuanya berguna sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Sebelumnya Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso juga telah menjelaskan, bahwa penyaluran paket sembako sudah sesuai SOP.

“Nama-nama calon penerima didapat dari usulan pengurus Masjid dan Musala, karena pengurus yang tahu, kenapa dan siapa saja yang jamaahnya  tidak mampu, namun rajin memakmurkan Rumah Allah,” sebut Epi Santoso.

Sebelumnya berbagai pertanyaan masuk ke pimpinan Baznas Kota Padang pada rapat dengar pendapat.

Ketua Fraksi Gerindra Mastilizal Aye, mempertanyakan seputar rincian data dari 25 ribu paket sembako ini, kemana saja dibagikan, berikut prosedur pengadaannya.

Lalu ketua komisi III Osman Ayub, mempertanyakan penjaringan calon penerima dari pengurus masjid dan musala.

Selanjutnya Yuhilda Darwis dari PAN mempertanyakan kenapa bukan dari rukun tetangga, dan harus dari pengurus Masjid dan musala dalam pendistribusian paket sembako.

Sementara Budi Syahrial dan juga Elly Thrisyanti mempertanyakan bagaimana usulan hingga pemrosesan sebuah rumah dapat masuk program bedah rumah, atau pemrosesannya, mulai dari usulan diajukan, hingga usulan dapat disetujui.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top