Padang, Prokabar – Pertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan hal penting untuk masa depan anak. Karena itu, dibutuhkan pemantauan dan pemeriksaan secara berkala oleh tenaga kesehatan. Saat ini pemeriksaan dilakukan di faskes Puskesmas dan Posyandu
Untuk memudahkan pemantauan kesehatan bayi ini, Fakultas Kedokteran Unand bekerjasama dengan Direktorat Kesehatan Keluarga Kementrian Kesehatan RI merilis uji coba pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi. Pemeriksaan terintegrasi ini bertujuan untuk memantau secara holistik perkembangan dan pertumbuhan bayi, serta mencegah terjadinya stunting yang menjadi prioritas program kesehatan anak.
Ketua Tim Fakultas Kedokteran Unand, dr Asrawati, M. Biomed SpA(K) menyebut ujicoba ini sangat penting dilakukan untuk melihat efektivitas penggunaan pemeriksaan kesehatan terintegrasi untuk diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan.
“Uji Coba ini dilaksanakan di 5 Puskesmas di Padang Pariaman, dengan sasaran Balita usia 6 bulan dengan partisipasi aktif orang tua” jelas dr Asrawati.
Pemeriksaan terintegrasi melibatkan lintas sektoral dalam pemeriksaan, mulai dari kader posyandu, bidan di Puskesmas, Dokter umum dan Dokter Spesialis, ahli gizi dan psikolog. para petugas kesehatan tersebut berpartisipasi aktif dalam memberikan pengobatan, pemantauan hingga pendampingan psikologis kepada orang tua bayi.
“Basis data tetap menggunakan Kartu Ibu dan Anak, namun dengan pemeriksaan terintegrasi ini diharapkan mampu untuk mendeteksi secara dini kesehatan dan tumbuh kembang anak, sehingga jika terjadi masalah, langsung bisa ditangani secara medis, termasuk melakukan rujukan langsung ke rumah sakit,” ungkap dr Asrawati, yang juga dokter spesialis anak ini.

Dalam pemeriksaan terintegrasi, petugas kesehatan tidak hanya fokus pada bayi saja, tetapi juga akan membantu orang tua bayi untuk memberikan pemahaman lebih terkait timbuh kembang bayi, dan tindakan tindakan cepat jika terjadi masalah pada bayi.
“Mulai dari tahapan pemberian ASI dan makanan pendamping, bagaimana perkembangan anak dari bulan ke bulan, pertumbuhan anak, gejala gejala klinis jika anak sakit, semua akan kita berikan kepada orang tua bayi. Sehingga bayi bisa dalam pengawasan orang tua yang paham dengan proses tumbuh kembang anak,” kata dokter yang bekerja di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP M. Djamil ini.
Jika program uji coba ini berhasil, maka akan menjadi role model untuk Sumatera Barat dan Indonesia, untuk penerapan pemeriksaan terintegrasi di Puskesmas, sehingga bisa memantau perkembangan dan pertumbuhan anak.(rls)
















