Pariaman, Prokabar – Pariaman tercatat 2.225 orang perempuan telah melakukan IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat) selama periode Januari hingga Desember 2017. Dari empat kecamatan yang mengikuti IVA Test tersebut, Kecamatan Pariaman Tengah penyumbang angka paling tinggi yaitu sebanyak 1.077.
Disusul Kecamatan Pariaman Selatan 414. Kemudian Kecamatan Pariaman Timur sebanyak 388 dan Kecamatan Pariaman Utara 346 perempuan. Hal tersebut membuat Pariaman berhasil mewakili Provinsi Sumatera Barat mengikuti lomba Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) ke tingkat Nasional.
Hal tersebut disampaikan Genius Umar saat menyambut Tim Penilaian, Ketua Pokja IV Tim Penggerak PKK Pusat, Laksmi Widiyastuti, bersama anggota Pokja IV, Yuniartari. Mereka datang dan menilai Pariaman, pada Selasa (14/8).
Kunjungan Tim PKK Pusat tersebut didampingi Wakil ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Wartawati Nasrul Abit dan Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Sumbar, Fakhrizal Basir.
Genius Umar mengatakan, Penilaian IVA Test Kota Pariaman tingkat nasional tersebut menjadi semangat dan motivasi untuk terus menjaga prilaku hidup bersih dan sehat. Dan bukan semata–mata untuk mendapatkan penghargaan.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk preventif yang bisa dilakukan dalam memberikan kesadaran kepada perempuan di Pariaman. Menjaga diri meminimalkan potensi dari kemungkinan terjangkit kanker serviks,” kata Genius.
Genius menegaskan kepada jajarannya agar kegiatan IVA Test ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga masyarakat khususnya kaum perempuan yang ada di Pariaman dapat memahami pentingnya pemeriksaan IVA Test sebagai deteksi dini pencegahan kanker serviks.
Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Pusat, Laksmi Widiyastuti mengapresiasi TP PKK Kota Pariaman dan segenap masyarakat Kota Pariaman sudah bersungguh–sungguh melaksanakan berbagai program gerakan PKK mewujudkan persatuan dan kesatuan gerakan PKK.
“Pada dasarnya kegiatan ini bersifat gotong royong yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia sejak zaman kemerdekaan. Bahkan kemerdekaan Republik ini diperoleh dengan semangat gotong royong dan saling bahu membahu seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” katanya.
Semangat gotong royong lanjutnya, dari gerakan PKK seperti inilah yang harus kita gelorakan terus. “Kegiatan ini bukanlah melawan penjajah, melainkan melawan kemiskinan guna mencapai keluarga dan masyarakat yang sejahtera,”ungkapnya.
Nilai-nilai positif dapat tercapai melalui sasaran pemberdayaan keluarga dan pemberdayaan masyarakat secara keseluruhan. “Artinya lomba ini memiliki nilai strategis dan dasar sehingga mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat luas,” tutupnya. (rud)
















