Jakarta, Prokabar – Lepas program tayangan Ramadan dan Lebaran, SCTV kembali menyiapkan sejumlah sinetron terbaru. ‘Badai Pasti Berlalu’ dan ‘Keajaiban Cinta’ siap menghibur pemirsa setia SCTV mulai 24 Mei mendatang.
“Dua sinetron terbaru sudah disiapkan SCTV, tayang di hari yang sama yaitu Senin 24 Mei nanti. ‘Badai Pasti Berlalu’ akan hadir pukul 19.30 WIB dan ‘Keajaiban Cinta’ bisa disaksikan pukul 21.30 WIB,” jelas SVP Programming Acquisition SCTV, Banardi Rachmad.
Diangkat dari cerita fenomenal, ‘Badai Pasti Berlalu’ bermula dari cerita bersambung di Harian Kompas (1972). Dilanjutkan dengan novel karya Marga T di tahun 1974, kisah ‘Badai Pasti Berlalu’ dijadikan film (1977) dan sempat diproduksi ulang di tahun 2007.
“Dari riwayatnya, ‘Badai Pasti Berlalu’ jadi cerita yang fenomenal. Bisa dibilang lintas zaman dan generasi. Kini SCTV ingin mengulang kembali cerita ini tentu saja dengan format sinetron yang modern. Tentu saja dimainkan sederet artis peran yang bakat aktingnya sudah tidak diragukan lagi,” bangga pria yang akrab disapa Banar ini.
Sinetron ‘Badai Pasti Berlalu’ menampilkan Stefan William (berperan sebagai Leo), Michele Ziudith (Sisca) dan Immanuel Caesar Hito (sebagai Helmi). Tentang karakter yang diperankan, ketiga artis peran muda ini mengaku sangat tertantang. Khususnya Michelle Ziudith yang harus memerankan sosok Sisca yang begitu feminim.

“Sisca itu sosok wanita keibuan sekali. Tantangannya saya harus membawa karakter Sisca yang milenial. Karena ini diangkat dari cerita yang fenomenal jadi harus banyak diskusi dengan sutradara dan penulis cerita,” jelas Michelle Ziudith.
Begitu juga dengan Stefan William yang berperan sebagai Leo. Biasanya aktor ganteng ini memainkan karakter anak band atau anak motor, kini Stefan justru menjadi dokter. “Di sini malah jadi dokter. Ini peran penting banget, tantangannya pasti ada,” aku Stefan.
“Kebanggaan tersendiri bisa terlibat dalam cerita yang pernah fenomenal di zamannya. Sebagai pemain, saya akan berusaha membawa kisahnya ke zaman sekarang,” ujar Hito menambahkan kedua temannya.
Sinetron produksi SinemArt ini mengambil lokasi syuting di Provinsi NTT yaitu pantai Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Sutradara Indrayanto Kurniawan dan penulis skenario Hilman Hariwijaya melakukan riset novel dan dua film ‘Badai Pasti Berlalu’ tiga bulan lamanya.
“Memilih Labuan Bajo karena memang setingan lokasi berada di pesisir pantai. Sekaligus mendukung program pemerintah dalam objek wisata, akhirnya kami memutuskan syuting selama satu bulan di sana,” kisah Indrayanto.
Selain lokasi syuting yang syarat dengan keindahan alam, sinetron ini melibatkan band Noah sebagai pengisi soundtrack. Karya Chrisye yang melegenda hingga sekarang jadi tantangan tersendiri bagi tiga personil Noah, Ariel, David dan Lukman.
“Komposisi bagan lagunya seperti puisi yang dinyanyikan. Semua kita pelajari dan juga adanya perubahan dari segi aransemennya. Ini karya legendaris yang lumayan sulit. Harus disesuaikan dengan telinga zaman sekarang. Luar biasa sekali,” aku Ariel mewakili teman-temannya. (beb)
















