Demi Pelayanan Maksimal, PLN Sumbar Terus Perkuat Sistem Kelistrikan

Penulis -

Jumat, 9 Agustus 2019 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Untuk memberikan pelayanan maksimal dan menjaga keandalan pasokan, PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Barat terus memperkuat sistem kelistrikan dengan membangun baru dan pengembangan Gardu Induk serta pembangunan pembangkit.

Maneger Komunikasi PLN UIW Sumbar Remialis mengatakan kini setidaknya ada enam Gardu Induk (GI) dalam pembangunan dan pengembangan.

Dalam kegiatan sesi penyampaian materi, salah satunya Maneger Efisiensi Mutu Pengukuran Distribusi PLN Sumbar Hendriansyah juga merinci kondisi dan kapasitas daya mampu listrik di Sumbar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kini untuk daya mampu pembangkit listrik di wilayah Sumbar mencapai 677,7 Mega Watt (150 KV) dan 25 MW (20 KV).

Daya mampu itu, katanya, didukung gardu induk yang sudah ada saat ini 17 GI dengan kapasitas 1.014 MW, serta 324 titik penyulang.

Sementara itu, distribusi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) mencapai 11.436 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Regangan Rendah (JTR) tercatat 16.270 kms.

“PLN di Sumbar juga punya gardu distribusi sebanyak 10.263 unit dan kapasitas trafo sebesar 1.080 MVA,” ungkapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sedangkan dilihat pada pembangkit terdapat tujuh tersebar di wilayah Sumbar, di antara PLTA Maninjau dengan kapasitas 68 MW, PLTA Singkarak 175 MW, Koto Panjang 114 MW, PLTA Batang Agam 35 MW dan PLTU Ombilin 170 MW, serta PLTU Teluk Sirih 2×9 MW.

Kemudian, kata Hendri, ada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) masih digunakan di beberapa daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Selain itu, ada tujuh lagi pembangkit non-PLN, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) dengan bermacam kapasitas.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Pembangkit-pembangkit swasta itu, setelah dibangun listrik dijual ke PLN, karena secara aturan mereka tidak bisa menjual langsung ke konsumen,” ujarnya.

Saat ini, tambah dia, sistem interkoneksi di wilayah Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng), sehingga tidak tau lagi daya listrik yang sampai ke rumah masyarakat. Terlepas dari mana pasokan listrik, kata dia, semakin banyak tentu akan lebih bagus.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB