Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Demi Pancasila, Pemuda Lintas Profesi dan Agama Rumuskan Gerakan Kebangsaan Indonesia

Dibaca : 116

Jakarta, Prokabar – Kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental harus ditanamkan sedini mungkin. Inilah yang menjadi dasar 7 penggerak segera merumuskan Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Indonesia.

“Dua tahun lamanya kami berinisiasi membentuk wadah hingga menemukan formulanya. Gerbang Indonesia ini dirumuskan tujuh penggerak yang berbasis kepemudaan, profesional, politik, kewirausahaan, lingkungan, teknologi, keuangan dan perbankan,” jelas Wakil Ketua Umum Gerakan Kebangsaan Indonesia/Ketua Panitia Denny Agiel Prasetyo, S.Psi.

Membentuk kesamaan cara pandang, kesamaan gagasan dan menyatukan semangat kebangsaan dalam sebuah kesepakatan bersama. Mereka menggelar diskusi bertajuk ‘Sinerginya, Symphoni Kebangsaan Dalam Kebhinekaan’.

Kegiatan ini akan dikuti berbagai unsur yaitu tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh kemahasiswaan, praktisi, wartawan, partai politik, LSM dan masyarakat umum dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

Marsudiyanto, salah tokoh muda yang mendukung terbangunnya kembali gerakan kebangsaan menilai, bahwa konsep kebangsaan yang perlu ditanam yakni keberagaman dan perbedaan dalam satu kesatuan atau Bhinneka Tunggal Ika.

Pasalnya, hal tersebut mencerminkan karakter bangsa yang diwujudkan dengan tujuan mempersatukan seluruh kemajemukan yang ada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melalui pemanfaatan gerakan kebangsaan, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menguatkan rasa Nasionalisme atau rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air,” kata Marsudiyanto di Hotel Borobudur, Jakarta belum lama ini.

Selaras dengan konsep di atas, Johnson Silitonga yang juga aktif di dunia kepemudaan dan kemahasiswaan berharap dengan adanya kegiatan semacam ini dapat menumbuh suburkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain.

“Selain itu juga dapat membangun karakter dan nilai ideologi bangsa dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Hal senada disampaikan Edwin D Ahra yang juga tokoh masyarakat.

Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman wawasan kebangsaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap optimalisasi pengembangan nilai-nilai kebangsaan.

Dan dengan digelarnya forum inisiasi gerakan kebangsaan Indonesia ini, dapat menjadi penguatan demokrasi Pancasila sehingga sejalan dengan itu pula diharapkan daat mendorong meningkatnya kesadaran hukum masyarakat yang adil agar arah perkembangan demokrasi tidak menuju anarki dan kleptokrasi.

“Sebab demokrasi tidak bisa menjadi tujuan pada dirinya sendiri, demokrasi adalah alat agar pembangunan demokrasi simultan dengan pembagunan ekonomi, sosial dan spiritual,” kata Edwin. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top