Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Delapan Warga Tanah Datar Terdata Merantau ke Wamena

Dibaca : 706

Tanah Datar, Prokabar – Berdasarkan data dari perantau, saat ini tercatat delapan orang warga Tanah Datar masih berada di pengungsian di Koramil Wamena, Papua.

Delapan warga tersebut atas nama Rudi Kormas warga Talago Gunuang, Noveri Asman, Novita, Qia (2 tahun) Zio (8 bulan) (isteri dan anak Noveri), Sartoni, Rahmad warga Tanjung Barulak, Yose warga Sijangek.

“Yose isterinya orang Makassar dan Sartoni isterinya orang Palopo. Saat ini mereka semuanya mengungsi di koramil setempat,” ucap Kepala Dinas Sosial Tanah Datar Yuhardi.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, juga melakukan penggalangan dana bagi perantau Minang khususnya warga asal Tanah Datar korban kerusuhan Wamena Papua.

Yuhardi mengatakan Kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua, mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, pembakaran terhadap toko dan rumah penduduk yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Korban kerusuhan sebahagiannya juga berasal dari warga Tanah Datar.

“Peristiwa tersebut membuat orang Sumatera Barat terluka dan merasa peduli atas peristiwa yang terjadi di Papua,” ucap Yuhardi.

Bentuk kepedulian tersebut dalam hal ini pihaknya mengumpulkan dana di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah, dan bekerja sama dengan Pemprov untuk memulangkan warga Tanah Datar ke kampung asal.

Lebih lanjut ia mengatakan, penggalangan dana itu dibuat melalui surat edaran dari Bupati agar dapat diinfokan ke seluruh jajaran ASN termasuk guru dan kepala sekolah.

Sumbangan yang terkumpul diserahkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak paling lambat pada 7 Oktober.

“Uang yang terkumpul akan kita gunakan untuk memberangkat warga Tanah Datar yang ingin pulang kampung bagi yang mau, kalau mereka memilih bertahan akan diberikan berupa batuan modal usaha,” tutupnya.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top