Delapan Ton Gula Dibagikan Saat Tradisi Serak Gulo

Penulis -

Selasa, 5 Februari 2019 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Sebanyak delapan ton gula pasir dibagikan secara cuma cuma, saat kegiatan Tradisi Serak Gulo di Masjid Mujahiddin, Pasar Batipuh, Padang Selatan, Padang, Selasa (5/2).

Tradisi Serak Gulo dari masyarakat muslim Padang keturunan India, yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Muhammadan ini merupakan simbol rasa syukur, sekaligus untuk memperingati wafatnya ulama di Nagore, India, yakni Shaul Hamid.

Untuk gula yang ditebarkan yaitu gula yang sudah dibungkus dengan kain warna warni dengan ukuran sebesar kepalan tangan. Proses pembungkusan ini telah dimulai beberapa hari sebelumnya sampai batas waktu yg telah ditentukan. Kemudian dikumpulkan disatu tempat dimana akan dilaksanakan prosesi doa yg di pimpin oleh salah seorang yg dituakan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Setelah proses doa keselamatan keberkahan dan kelancaran dilaksanakan, gula ini dibawa dengan karung ke atap depan masjid yg diiringi pemasangan bendera hijau bulan sabit dan bintang disekitar masjid. Warga yg hadir didepan masjid tidak terbatas suku ras dan agama, semua bercampur baur, untuk menyaksikan tradisi tersebut.

Setelah ada komando dari ketua panitia, petugas yg diatas atap masjid akan mulai membagikan gula ke segala arah.

Sementara itu, Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang Ali Khan Abu Bakar di Padang mengatakan bahwa selain daerah asal, untuk saat ini, tradisi serak gula hanya dilaksanakan di dua tempat yaitu di Singapura dan kota Padang. 

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Untuk kota Padang telah dimulai sejak 200 tahun yang lalu yang dilaksanakan oleh warga muslim keturunan India kota Padang yang tergabung dalam HKM (Himpunan Keluarga Muhammadan).

“Tradisi ini merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Syekh Shahul Hamid. Beliau merupakan salah seorang ulama sufi di India yang dikenal sebagai Walyyullah dan memiliki banyak karomah serta memegang peran penting dalam penyebaran agama islam pada masa itu,”sebut Ali

Diceritakannya, rangkaian pelaksanaan tradisi Serak Gula ini setiap tahunnya selalu diiringi dengan tiga peringatan maulid

Pertama, Maulid nabi Muhammad SAW yang jatuh pada bulan Rabiul Awal. Diawali pembacaan Ummul Qur’an, surah pendek, kitab Maulud, zikir dan doa, waktunya ba’da Maghrib dilanjutkan ba’da Isa sampai selesai. Selama 12 hari.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kedua, Maulud Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yg jatuh pada bulan Rabi’ul Akhir dan dilaksanakan selama 11 hari. Ketiga, Maulud Syekh Shahul Hamid, yang jatuh pada bulan Jumadil Akhir, dilaksanakan selama 10 hari, yang terlebih dahulu diawali acara serak gula pada sore harinya.

“Tradisi Serak Gula ini merupakan perpaduan antara budaya islam dan budaya india serta proses alkulturasi yang panjang dengan budaya setempat tanpa meninggalkan nilai nilai yang dibawa dari tempat asalnya di India,”imbunya. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB