Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Delapan Ton Gula Dibagikan Saat Tradisi Serak Gulo

Dibaca : 422

Padang, Prokabar — Sebanyak delapan ton gula pasir dibagikan secara cuma cuma, saat kegiatan Tradisi Serak Gulo di Masjid Mujahiddin, Pasar Batipuh, Padang Selatan, Padang, Selasa (5/2).

Tradisi Serak Gulo dari masyarakat muslim Padang keturunan India, yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Muhammadan ini merupakan simbol rasa syukur, sekaligus untuk memperingati wafatnya ulama di Nagore, India, yakni Shaul Hamid.

Untuk gula yang ditebarkan yaitu gula yang sudah dibungkus dengan kain warna warni dengan ukuran sebesar kepalan tangan. Proses pembungkusan ini telah dimulai beberapa hari sebelumnya sampai batas waktu yg telah ditentukan. Kemudian dikumpulkan disatu tempat dimana akan dilaksanakan prosesi doa yg di pimpin oleh salah seorang yg dituakan.

Setelah proses doa keselamatan keberkahan dan kelancaran dilaksanakan, gula ini dibawa dengan karung ke atap depan masjid yg diiringi pemasangan bendera hijau bulan sabit dan bintang disekitar masjid. Warga yg hadir didepan masjid tidak terbatas suku ras dan agama, semua bercampur baur, untuk menyaksikan tradisi tersebut.

Setelah ada komando dari ketua panitia, petugas yg diatas atap masjid akan mulai membagikan gula ke segala arah.

Sementara itu, Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang Ali Khan Abu Bakar di Padang mengatakan bahwa selain daerah asal, untuk saat ini, tradisi serak gula hanya dilaksanakan di dua tempat yaitu di Singapura dan kota Padang. 

Untuk kota Padang telah dimulai sejak 200 tahun yang lalu yang dilaksanakan oleh warga muslim keturunan India kota Padang yang tergabung dalam HKM (Himpunan Keluarga Muhammadan).

“Tradisi ini merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Syekh Shahul Hamid. Beliau merupakan salah seorang ulama sufi di India yang dikenal sebagai Walyyullah dan memiliki banyak karomah serta memegang peran penting dalam penyebaran agama islam pada masa itu,”sebut Ali

Diceritakannya, rangkaian pelaksanaan tradisi Serak Gula ini setiap tahunnya selalu diiringi dengan tiga peringatan maulid

Pertama, Maulid nabi Muhammad SAW yang jatuh pada bulan Rabiul Awal. Diawali pembacaan Ummul Qur’an, surah pendek, kitab Maulud, zikir dan doa, waktunya ba’da Maghrib dilanjutkan ba’da Isa sampai selesai. Selama 12 hari.

Kedua, Maulud Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yg jatuh pada bulan Rabi’ul Akhir dan dilaksanakan selama 11 hari. Ketiga, Maulud Syekh Shahul Hamid, yang jatuh pada bulan Jumadil Akhir, dilaksanakan selama 10 hari, yang terlebih dahulu diawali acara serak gula pada sore harinya.

“Tradisi Serak Gula ini merupakan perpaduan antara budaya islam dan budaya india serta proses alkulturasi yang panjang dengan budaya setempat tanpa meninggalkan nilai nilai yang dibawa dari tempat asalnya di India,”imbunya. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top