Debat Kedua Pilkada Pasaman Menguak Tabir Siapa Dipilih

Penulis -

Selasa, 12 November 2024 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para paslon bersama jajaran KPU Pasaman dan para panelis foto bersama sebelum debat dimulai. (Ola)

Para paslon bersama jajaran KPU Pasaman dan para panelis foto bersama sebelum debat dimulai. (Ola)

Debat kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pasaman sudah selesai dihelat, Selasa (12/11) siang. Topiknya berat. Saking beratnya, para ahli hisap rela kering bibirnya untuk tidak merokok ke luar ruangan dari pada ketinggalan momen. Ada pula yang rela menahan sesaknya ke WC sampai salah satu sesi habis.

Diketahui, topik debat ini tentang pengelolaan sumber daya alam infrastruktur pengembangan wilayah dan pemukiman serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Para panelis yang ditunjuk, Prof. Elfindri dan R. Putri Hanida dari Unand, Otong Rosadi dari Universitas Ekasakti, Yulhendri, Reno Fernandes dan Alim Harus dari UNP. Dosen hebat semua.

Sebelum dilanjutkan, perlu digaris bawahi, penulis menulis sesuai keadaan. Tidak terlibat dalam simpatisan salah satu Paslon, atau tim sukses. Semua murni sesuai situasi kondisi debat kedua.

Jadi jangan Baper atau mengkerutkan kening saat bertemu penulis. Jangan pula, memberi nomor punggung penulis, sebab begitu banyak beban hidup yang penulis pikul di punggung bertulang lapan karat ini. Hahai, ini nyata. Lanjut.

Bersamaan topik tadi, memalui pertanyaan yang dirancang, para penelis agaknya secara halus sehalus sutra efeknya untuk menguak ke tengah masyarakat siapa Paslon yang benar-benar matang. Dapat memahami permasalahan yang kompleks. Mulai dari wilayah Pasaman yang lebih 50 persen merupakan hutan lindung, rawan bencana, bahkan kesulitas daerah Pasaman untuk berkembang karena geografis dan APBD yang kurang memadai.

Hasilnya, tampak pasangan Maraondak-Desrizal benar-benar menguasai topik bahkan sampai akar permasalahan yang ada di Pasaman. Disusul pasangan Sabar AS-Sukardi yang main aman ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan panelis dan pertanyaan dari Paslon lain. Tidak ingin saling serang dan secara tidak langsung mengedepankan penjabaran visi misi dan programnya melalui tanggapan ataupun saat ditanya.

Lain lagi dengan pasangan Welly Suheri-Anggit Nasution yang selalu membara dan optimis dengan program-program kerja yang diusung mereka. Sampai-sampai terlonsong mengatakan puluhan tahun sebagai ASN bukanlah modal untuk membawa Pasaman bangkit. Yang nyatanya, ini membuat Maraondak-Desrizal kurang nyaman.

“Apapun untuk Pasaman. Saya dan kita tidak merantau di Pasaman. Pasaman darah saya maka saya akan bangun,” kalimat yang dilontarkan Maraondak usai Anggit Nasution mengatakan, puluhan tahun pengalaman ASN bukan sebagai salah satu modal tersebut. Halus saik Maraondak menimpali pernyataan Anggit yang membuat seluruh simpatisan bersorak.

“Memang senior dia,” tanggapan para hadirin non simpatisan.

Sebagai mantan jendral ASN (pensiunan Sekda Pasaman) sangat wajar, Maraondak bergetar suaranya menghadapi pertanyaan panelis dan pertanyaan dari Paslon lain. Ia begitu khatam akar permasalahan Pasaman. Sudahlah begitu, Maraondak juga yakin dan percaya setiap permasalahan yang ada ia dan Desrizal punya solusinya.

Salah satunya, masalah Pasaman dikelilingi Kawasan hutan lindung, dengan membangun komunikasi di pemerintah pusat untuk mengimplementasikan pengelolaan hutan merbasis masyarakat (PHBM).

“Ingat, saya terlahir dari petani dan sampai sekarang pun masih bertani. Hutan lindung memang menjadi salah satu masalah untuk pengembangan dan pengelolaan SDA yang ada. Tapi kami yakin melalui PHBM semua bisa teratasi,” kata Maraondak.

Tidak sampai di situ saja, perihal peningkatan sarana dan prasarana dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan juga dikuasai Maraondak. Di Pasaman, selama ini terungkap, produk unggulan di sebuah wilayah masih kurang maksimal dalam memenuhi standar kebutuhan pasar.

Ini dikarenakan, bantuan yang diterima masyarakat banyak berasal dari bibit tidak unggul. Kalaupun ada bibit unggul, pemasarannya pun cukup sulit karena pangsa pasar yang cenderung tidak terbuka lebar atau kurang diwadahi.

“Akan kami petakan per wilayah tentang apa hasil bumi atau UMKM yang ada. Kami wadahi, dan kami edukasi, sehingga produk dari wilayah ini memang benar-benar nyata adanya dan berkualitas unggul,” keyakinan Maraonda-Desrizal.

Disimpulkan, dari debat kedua tadi, getarannya diyakini mampu menggeser duduk simpatisan yang agak goyang. Begitu juga dengan masyarakat. Kalaula menonton tampak labuhan paku pencoblos nantik. Kalau tak sempat, buka Youtube KPU Pasaman, cari saja video ulang debat kedua Paslon Pilkada Pasaman. Sebelum menonton, siapkan PSK, pisang, salak dan kacang untuk dikunyah. Kalau ada kopi mantap bana.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB