DD Singgalang Bagi Paket Sembako untuk Dhuafa yang Terdampak Corona

Penulis -

Kamis, 9 April 2020 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Penyebaran Covid-19 hingga saat ini memberikan dampak tersendiri kepada masyarakat baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kondisi saat ini membuat pemerintah mengambil berbagai tindakan serta himbauan, salah satunya untuk mengajak masyarakat agar stay at home atau berdiam diri di rumah sembari mematuhi protokoler kesehatan hingga penyebaran Covid-19 ini menurun.

Terkait himbauan pemerintah agar masyarakat bisa stay at home, ternyata ada sebagian masyarakat yang masih beraktifitas di luar rumah, salah satu faktor utamanya adalah terletak pada persoalan pemenuhan kebutuhan harian mereka, seperti halnya di Kota Padang Sumatera Barat masih ada terlihat masyarakat yang melakukan berbagai aktifitas di luar rumah, masih tampak mereka berusaha banting tulang memenuhi kebutuhannya untuk bekerja di luar rumah. Ada yang mengayuh sepeda untuk mengangkut barang bekas, ada yang mengayuh sepeda untuk dagangan jamunya dan masih banyak lagi kita temui.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Salah satunya seperti Pak Sapri (63 th) yang ditemui Dompet Dhuafa Singgalang tengah mencari barang-barang bekas untuk dia kumpulkan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Biasanya saya berkerja sebagai buruh bangunan, kadang saya jadi kenek mobil angkutan umum, tetapi karena tidak ada panggilan kerja saya berusaha untuk mencari barang-barang bekas dalam situasi saat ini,” tutur Sapri.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Saya harus berkerja, tidak mungkin saya menetap di rumah karena tidak ada bahan makanan yang bisa saya konsumsi,” pungkas Sapri.

Hadie Bandarian Syah Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang mengatakan program paket sembako untuk dhuafa ini merupakanbagian dari Program Cegah Tangkal (Cekal) Corona. “Mereka (kaum Dhuafa) kita lihat hanya bisa mendapatkan biaya kebutuhan cukup untuk sehari-hari saja, kalau misalnya mereka tidak bekerja maka mereka kesusahan terhadap apa yang mau dikonsumsi,” kata Hadie.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Melalui program ini sebagai bentuk ikhtiar kita mengurangi beban mereka dalam mencari nafkah sehari-hari, mudah-mudahan ini dapat membantu mereka, serta ini sebagai amanah dari para donatur,” pungkas Hadie. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB