Data Pemilih Valid, KPU Butuh Masukan

Penulis -

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Fitri Yenti

Komisioner KPUTanah Datar
Setiap tahapan dalam pemilu itu punya keunikan dan tingkatan kerumitan sendiri-sendiri. Semakin dekat hari pemungutan suara semakin seru mengerjakan tahapan. Karena tak jarang satu tahapan pelaksanaannya bersamaan dengan tahapan yang lain. Seperti saat ini tahapan Pendaftaran dan verifikasi bakal calon legislatif 2019 serentak dengan tahapan pemutakhiran data pemilih.

Bagi kami sebagai penyelenggara tahapan pemilu menjadi sebuah tantangan yang harus diselesaikan. Diantara banyak tahapan yang ada, yang paling populer dan paling berhasil membuat rambut saya makin keriting adalah tahapan pemutakhiran data pemilih.hehehe

Pemutakhiran data pemilih adalah tahapan yang punya waktu paling panjang dalam pemilu. Sudah dimulai sejak Desember 2017 lalu dan akan berakhir saat hari pemungutan suara 17 April 2019 nanti.

Betapa kompleknya persoalan data pemilih ini, hingga lumayam menguras energi, waktu dan pikiran. Lebih menariknya lagi untuk pemilu kali ini,tahapan pemutakhiran data pemilih kemaren juga bertepatan dengan ramadhan dan lebaran. Hingga selama bulan ramadhan semua penyelenggara ditingkatan PPK dan PPS bekerja siang malam untuk menyelesaikan data pemilih.

Meski sederhana kelihatannya, toh hanya memasukkan warga masyarakat yang sdh memiliki hak pilih sesuai undang-undang saja ke dalam aplikasi Sistem Data Pemilih atau yang lebih kita kenal dengan SIDALIH. Pada kenyataannya tidaklah sesederhana yang terlihat. Hingga saya lebih senang menyebut tim pemutakhiran data pemilih ini sebagai laskar sidalih.

Memastikan setiap warga masyarakat terdata dalam daftar pemilih adalah hal utama yang menjadi perhatian kita. Sesuai amanah undang-undang, tidak boleh ada warga masyarakat yang kehilangan haknya karena keteledoran kami sebagai penyelenggara.

Bukan rahasia lagi persoalan data pemilih dari pemilu ke pemilu selalu berulang. Persoalan data ganda, tidak terdata, orang meninggal tiba-tiba hidup lagi dalam sidalih adalah masalah klasik yang terus muncul. Sebagai pihak yang bertanggungjawab menyusun data pemilih. KPU tentu harus bekerja sungguh-sungguh untuk meminimalisir kejadian seperti ini.

Sekali lagi kembali pada kesimpulan bahwa apapun tahapan pemilu, semua warga masyarakat harus tahu. Stake holder mesti dilibatkan secara intens. Masukan dan tanggapan masyarakat sangat dibutuhkan.

Pro aktif semua pihak, pengawas pemilu, pemerintah, partai politik, calon peserta pemilu selaku yang punya konstituen juga harus memberikan perhatian penuh pada persoalan ini. Semua pihak mesti mencermati data pemilih dengan teliti, serius melakukan kroscek pada tiap data yang sudah diumumkan KPU. Serta aktif memberikan masukan.

Dengan kerjasama yang baik, koordinasi yang tak terputus tentu setiap persoalan akan dapat diatasi segera. Hingga di hari setelah pemungutan tidak ada sengketa hukum hasil perolehan suara yang muncul disebabkan amburadulnya data pemilih.

Selaku penyelenggara KPU berusa melakukan kerja maksimal memutakhirkan data pemilih. Bekerja fokus, bekerja sungguh-sungguh, teliti, responsif, akurat adalah hal yang selalu diingatkan kepada semua tim yang bertanggungjawab menyusun data pemilih.

Harapan kita semua, data pemilih KPU untuk pemilu serentak 2019 ini adalah data valid, mutakhir yang bisa dipertanggungjawabkan. Demi tercapainya pemilih berdaulat negara kuat.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Agama yang Membebaskan atau Masyarakat yang Menindas?
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Menguat di Awal 2026
PTS Terjepit, LLDIKTI Jangan Diam: Saat Jalur Mandiri Membesar, Keadilan Pendidikan Dipertanyakan
Potret Kegagalan Pendidikan dalam Melahirkan Manusia Beradab
3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa
Tahun 2026: Proyeksi Perbaikan Ruh(iyah) Ke-Minangkabuan Kita
Uang Harus Berputar di Daerah: Lima Prioritas Pemulihan Bencana Sumatera Barat
Sungai Sudah Bicara, Pemerintah Masih Membisu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:42 WIB

Agama yang Membebaskan atau Masyarakat yang Menindas?

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:23 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Menguat di Awal 2026

Kamis, 30 April 2026 - 10:53 WIB

PTS Terjepit, LLDIKTI Jangan Diam: Saat Jalur Mandiri Membesar, Keadilan Pendidikan Dipertanyakan

Selasa, 14 April 2026 - 21:35 WIB

Potret Kegagalan Pendidikan dalam Melahirkan Manusia Beradab

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:07 WIB

3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bola

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB