Data BPBD Solsel : 347 Bangunan Rusak Akibat Gempa

Penulis -

Kamis, 28 Februari 2019 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro – Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumatera Barat, tercatat 347 bangunan rusak ringan hingga berat akibat dua kali gempa yang melanda, Kamis (28/2) pagi.

“Berdasarkan pendataan hingga pukul 12.00 Wib tercatat 343 rumah warga di tiga Kecamatan rusak ringan hingga berat ditambah empat fasilitas umum,” kata Sekretaris BPBD Solok Selatan Sumardianto, di Padang Aro.

Dia mengatakan, kerusakan rumah warga paling banyak di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo sebanyak 168 unit dengan rincian rusak berat 21 unit, rusak sedang 42 unit dan rusak ringan 106 unit.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selanjutnya di Nagari Sungai Kunyit Barat rusak berat satu unit, rusak sedang dan rusak ringan masing-masing 50 unit.

Seterusnya Nagari Talunan Maju rusak berat tujuh unit dan rusak sedang 23 unit ditambah satu tempat ibadah dan satu fasilitas kesehatan.

Kemudian di Kecamatan Sangir Batang Hari terdapat rumah rusak ringan 30 unit di Ranah Pantai Cermin.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sedangkan di Kecamatan Sangir Jujuan tiga rumah rusak sedang dan 11 unit rusak ringan serta satu unit sekolah juga terdampak.

Korban luka-luka akibat gempa bumi tektonik yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terus bertambah dan hingga Kamis siang telah mencapai 48 orang.

“Mereka kami rawat di tiga puskesmas, dan satu orang kami rujuk ke RSUD Muaralabuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia merinci warga yang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat gempa terjadi yang dirawat di tiga puskesmas meliputi Puskesmas Mercu 35 orang, Puskesmas Abai 3 orang, Puskesmas Talunan 2 orang dan Puskesmas Bidar Alam 2 orang (1 orang rujuk ke RSUD).

Ia mengatakan sebagian besar luka yang dialami warga berada di bagian atas badan karena tertimpa reruntuhan bangunan. “Seperti di kepala. Bahkan ada satu warga yang kepalanya harus mendapatkan 12 jahitan,” ujarnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB