Trending | News | Daerah | Covid-19

Selebritis

Dari Bukittinggi, Ini Dia Sosok Wanita Yang Buat Nola Sukses Jadi Penyanyi

Foto Beb - Tiga generasi, ibu, anak dan nenek tampil di KD3
Dibaca : 1.2K

Jakarta, Prokabar – Ada yang menarik dari Konser Dongeng 3, malam tadi di Pekan Raya Indonesia (PRI) ICE BSD, Tangerang Selatan. Selain penampilan heboh Naura dan Neona, konser ini menampilkan The Baldys tiga generasi.

Mereka adalah keluarga Baldys yang terdiri dari Baldy, Nola, Naura, Bevan dan Neona. Kelimanya kompak menyanyikan lagu ‘Dunia Kita Penuh Cinta’ ciptaan Mhala dan Tantra ‘Numata’.

Foto Beb – Keluarga Baldys tampil memukau nyanyi Dunia Kita Penuh Cinta

Lewat lagu ini, Baldy dan Bevan (putranya) turut serta tampil di panggung besar Konser Dongeng 3. Tampak ayah dan anak lelaki ini terlihat kaku dibanding Nola dan dua putrinya. Rupanya menurut Nola, keduanya harus dipaksa ikut tampil.

“Aduh susahnya ajak mereka ini tampil harus degan pemaksaan segala. Akhirnya mau deh The Baldys tampil di KD3 walau yah begitu ya lihat papa Baldy sama Bevan masih malu-malu,” aku Nola pada awak media usai konser.

 

Selain penampilan The Baldys, kejutan lainnya dari KD3 yaitu kehadiran dua orang wanita di atas panggung. Mereka adalah nenek dan tante Naura, Durmutiara Naim dan Fani.

Foto Beb – Naura bersama nenek Durmutiara Naim, Tante Fani dan ibunya, Nola

Kehadiran mereka rupanya membuat suasana konser jadi meriah. The Baldys, Oma dan Tante Fani bernyanyi bersama dalam tiga generasi. “Jadi kami tampil tiga generasi, ibu, anak dan oma kumpul jadi satu,” senang Nola.

Lagu sepanjang masa, Ibu Guru Kami, Pelang-pelangi, Ambilkan Bulan Bu dan Ayo Mama jadi deretan lagu lawas yang menggugah semangat. “Wah banyak sekali penggemar cucuku ini. Oma bangga bisa tampil di sini. Biasanya Oma ngaji nih tapi disuruh nyanyi sama cucu, apa boleh buat. Demi cucu oma nih,” ucap Durmutiara disambut tepuk tangan Teman Naura.

Foto Beb – Naura bersama dua adiknya, Bevan dan Neona

Nola mengenalkan sosok wanita yang berpengaruh dalam hidupnya. Datang dari Bukittinggi, Nola menuju kesuksesan di Jakarta dari seorang ibu.

“Oma inilah yang ngajarin saya di Bukittinggi tempat saya dilahirkan. Beliau guru kesenian dan musik di sana. Ke mana-mana saya ikut, sampai saya ikut lomba sana sini. Beliau yang mengantarkan saya hingga sekarang ini,” puji Nola sambil memeluk ibunya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top