Film

Dapat Kejutan, Atlet Panjat Tebing Kebanggaan Indonesia Ini Menangis

Foto Beb - Ayu melampiaskan kerinduan kepada orangtuanya

Jakarta, Prokabar – Usai nonton bareng film ‘6,9 Detik’ bersama awak media, mata Aries Susanti Rahayu terlihat sembab. Ya, atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia ini memeluk erat tubuh sutradara Lola Amaria.

“Terimakasih mbak,” bisiknya seraya disambut pelukan Lola dengan hangatnya.

Sutradara dan pemeran utama di film produksi Lola Amaria Production juga Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) ini disambut tepuk tangan dari awak media.

Disela kepadatan kegiatannya mempersiapkan diri mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), Ayu (sapaan akrab Aries Susanti Rahayu) meluangkan waktu ke Jakarta.

“Jadi terharu lihat film tadi. Padahal saya yang mainnya. Semoga film ini bisa menginspirasi banyak orang,” harap Ayu di acara temu awak media di Studio XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Berbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media tentang bagaimana pengalaman Ayu main film. “Rasanya deg degan, nggak tau mau bagaimana. Pokoknya manjat aja deh bisanya,” kenang Ayu.

Di tengah sesi tanya jawab berlangsung, seorang reporter menanyakan tentang bagaimana perasaan orangtua Ayu. Belumlah terjawab, Lola Amaria menjeda waktu dan menunjukkan kejutan.

Tiba-tiba datang dari pintu masuk studio, mata Ayu melihat orangtuanya. “Ya Allah, ibu…bapak,” seru Ayu yang kehilangan kata-kata.

Tak kuasa beranjak dari kursinya, air mata Ayu membasahi pipi. Ya, Maryati (49) dan S Sanjaya (60) lantas memeluk Ayu penuh suka cita. Suasana studio pun diselimuti keharuan.

“Senang, dag dig dug rasanya. Saya belum nonton, tapi saya terharu,” ucap Maryati yang tak kuasa menahan air matanya.

Foto Beb - Peluk sayang ayah Ayu

Foto Beb – Peluk sayang ayah Ayu

Melihat ibunya menangis, Ayu pun memeluk erat tubuh Maryati. Sambil bermanja-manja, Ayu seakan meluapkan kerinduannya karena telah lama tak bertemu.

“Ya begini kalau di rumah. Anaknya manja sekali. Saya sebagai orangtua sangat bangga sama Ayu. Kapan ini film mau diputarnya,” sela Sanjaya yang ucapannya itu disambut tepuk tangan awak media.

Bagi Ayu kehadiran sosok ibu sangat ia dambakan saat masa kecilnya. Diceritakan di film ini, Ayu terpaksa harus berpisah dengan ibunya. Demi memenuhi kebutuhan hidup bersama suami dan tiga putrinya, Maryati memilih menjadi TKW di Arab Saudi.

“Jadi ibunya Ayu itu berangkat ke Arab Saudi dan bekerja di sana. Ayu mencari jalan agar ibunya itu tetap di sisinya. Ayu pun menunjukan prestasinya di bidang olahraga dan membanggakan orangtuanya,” beber Lola menambahkan.

Pertemuan Ayu dan orangtuanya ini seakan memberi pesan yang berharga bagi keluarga Indonesia. Yakni dampingilah anak-anak meraih cita-cita.

“Pesannya adalah biarkan anak-anak mendalami apa yang menjadi pilihan. Dampingilah karena peran orangtua sangatlah penting,” pungkas Ayu. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top