Tanah Datar, Prokabar – Danrem 032/WBR, Brigjen TNI Mirza Agus menyambangi lokasi bencana alam banjir bandang Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, selasa (16/10).
Didampingi Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas, kedatangan orang nomor satu di kesatuan TNI wilayah Sumatera Barat ini juga memberikan bantuan ke posko penanganan darurat bencana banjir dan longsor Kabupaten Tanah Datar.
Bantuan yang diberikan berupa 200 kilogram gula pasir, 450 kilogram beras, 41 kardus mie instan, tujuh kardus minyak goreng, satu kardus kecap manis.
Brigjen Mirza Agus mengungkapkan, curah hujan yang tinggi mengakibatkan bencana alam di berbagai daerah di Sumatera Barat. Untuk itu, perlu diwaspadai agar tidak lagi menimbulkan korban jiwa.

“Pertama saya turut berduka atas musibah lima hari yang lalu. Saya lihat, longsor yang terjadi di Lintau Buo Utara mirip dengan Pasaman tahun 2016 lalu, namun di Lintau memakan korban jiwa dan disana tidak,” ucap lulusan Akmil tahun 1990 lalu ini.
Menurut Danrem, selanjutnya, langkah yang perlu dilaksanakan dimana Forkopimda dan pihak terkait dapat meminimalisir korban jiwa yang ada. Selain itu juga perlu adanya pemaksimalan mitigasi, dan penghijauan di daerah alur bencana.
“Kita harus bersinergi bersama-sama, baik Forkopimda dan masyarakat, unsur terkait dapat menimalisir terjadinya korban jiwa dengan kondisi alam yang ada. Lokasi tempat kita berdiri saat ini merupakan alur bencana, dan bagaimana kedepannya kita bisa melakukan penghijauan di daerah tersebut,” ucap mantan Danrem 061/Surya Kencana ini.
TNI bersama aparat kepolisian juga akan bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban hilang yang sampai saat ini belum ditemukan.
“Kami membantu semaksimal mungkin mencari satu korban yang hilang. Kita mengerahkan personil dari Kodim 0307/Tanah Datar,” ucap Dandrem.
Hari ini, TNI juga mulai melakukan pelatihan mitigasi bencana yang diikuti 150 orang personil TNI. Pelatihan tersebut akan berlangsung selama lima hari.
“Ini upaya kita mempelajari menyimpulkan kerawanan bencana di Sumatera Barat. Pengalaman bencana dari Sabang sampai Merauke kita himpun agar kita siap menanggulanginya,” tutup Danrem
(eym)
















