Dandim 0307 Tanah Datar Bersama Forkopimcam Ukur Radius Aman Nagari Koto Baru

Penulis -

Jumat, 12 Januari 2024 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Jorong Koto, Nagari Koto Baru, yang berada di Kecamatan X Koto Tanah Datar dinyatakan masih aman untuk ditempati masyarakat.

Kepastian ini didapatkan setelah dilakukannya pengukuran radius aman oleh Dandim 0307/Tanahdatar Letkol Czi Sutrisno bersama Camat X Koto Mukhlis, Kapolsek X Koto Iptu Rahmad Deddi, serta Forkopimca lainnya dan Tagana, Jumat sore (12/1/24).

“Jadi kita lakukan monitor untuk menentukan radius aman. Dimana pada lokasi Koto Baru, pemukiman berada pada radius 6 kilometer dari kawah, ” ujar Dandim.

Letkol Czi sutrisno mengungkapkan jika jarak antara pemukiman terakhir di jorong koto nagari koto baru ini sejauh 5,6 kilometer dari puncak kawah. Arti kata, pada radius ini masyarakat masih diizinkan menetap atau bermukim serta beraktifitas seperti berladang.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

kedepannya, untuk memberikan keamanan bagi warga, nantinya akan dipasang patok menentukan jalur aman.

“Kemudian juga akan diarahkan jalur-jalur evakuasi bagi warga, sehingga warga tahu kemana akan pergi saat bencana, ” tukasnya

Sesuai dengan larangan yang dikeluarkan oleh PVBMG, masyarakat dalam radius 4,5 Km dilarang beratifitas. Hal ini untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh erupsi gunung marapu

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara Camat X Koto, Mukhlis menjelaskan, dari sembilan nagari yang ada di Kecamatan X Koto, empat nagari diantaranya berada di kawasan Marapi seperti Nagari Koto Baru, Nagari Panyalaian, Paninjauan, dan Aie Angek.

Khusus untuk Nagari Koto Baru sebutnya, terdiri dari dua jorong, diantaranya Jorong Koto dan Jorong Subarang dengan populasi 2074 jiwa atau 632 KK.

“Kita bersama Forkopimca X Koto selalu berkoordinasi, dan dalam hal ini, sesuai dengan arahan pimpinan daerah, selalu kita lakukan imbauan dan sosialisasi tentang kondisi Marapi baik secara mulut ke mulut ataupun di mushollah dan masjid, ” jelasnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selain itu, dengan selalu berkoordinasi dengan semua pihak, juga dipersiapkan jalur evakuasi bagi warga. “Nanti akan kita patok dahulu mana-mana wilayah yang berada dalam zona hijau, kuning, dan merah, ” terangnya.

Untuk pemukiman sebut mantan Kepala BPBD Tanahdatar itu, berada diradius 5 kilometer.

“Warga yang mengungsi itu, mereka takut karena selalu mendengar suara gemuruh dari kawah, untuk berjaga-jaga makanya mereka mengungsi ke tempat aman, ” tutupnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB