Agam, Prokabar — Sejak penetapan Bencana Alam Banjir Bandang di Jorong Galapuang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sebagai tanggap darurat, Dandim 0304 Agam, Letkol Infantri Victor Andyka Tjokro langsung memimpin penanggulangan bencana tersebut. Penetapan yang awalnya hanya 3 hari, berubah menjadi 15 hari.
“20 November 2019 kemaren telah terjadi bencana longsor berupa banjir bandang dan mengakibatkan rumah-rumah warga mengalami rusak parah. Pada esoknya, disikapi sebagai tanggap darurat dan harus dilakukan penanganan intensif secara bersama,” ungkap Dandim 0304 Agam, Letkol Infantri Victor Andyka Tjokro kepada Prokabar.com, saat usai memimpin apel pagi lokasi, Minggu (24/11).
Aksi sudah mulai melakukan pembersihan jalan utama dengan 2 unit alat berat. Serta sekitar 350 orang tenaga manusia dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Tagana, PMI, Satgas Tanggap Bencana Semen Padang dan relawan lainnya.
Selain pembersihan rumah warga yang parah, 1 unit sarana pendidikan non formal dan 1 unit rumah ibadah. “Dari Kodim 0304 Agam terdapat 100 orang personil yang bergantian bertugas, 100 orang dari Polres Agam dan 150 lebih dari relawan lainnya yang ikut membantu pembersihan material longsor tersebut,” pungkasnya. (rud)
















