Agam, Prokabar – Kehadiran LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumbar memberikan harapan bagi Masyarakat Danau Maninjau. Program Penelitian Prioritas Nasional 2018/2019 tersebut membuka cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
“Kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas kehadiran LIPI menempatkan Program Prioritas Nasional di Sungai Batang ini,” kata Walinagari Sungai Batang, Jhon Hendra kepada Prokabar.com saat berkunjung ke lokasi penelitian LIPI tersebut.
Ia melanjutkan keadaan Danau Maninjau sudah rusak akibat banyak faktor. “Maka kami bersama Ninik Mamak dan seluruh tokoh masyarakat lainnya menyambut baik kehadiran LIPI ini. Mereka jelas akan membantu kita dalam pemulihan air Danau Maninjau ini,” ungkapnya.
Kebetulan lokasi tersebut memang sudah diplaningkan sebagai lokasi kawasan wisata. Area tersebut strategis dengan pantai yang landai, dangkal dan aman untuk mandi. “Terlebih lagi sejak dulu, pemilik lahan sangat mendukung. Ia melarang adanya keramba ikan ini disekitar tersebut. Aliran sungai pun masih memadai, sehingga kondisi air disekitar tersebut cukup baik,” tutur Walinagari.
LIPI salah satu lembaga berkompeten yang memiliki tenaga ahli dalam penelitian dan riset. “Mereka memiliki beragam teknologi dan keilmuan untuk pengembangan hidup berbasis ramah lingkungan. Setidaknya kita masyarakat awam ini mendapat ilmu pengetahuan dari mereka dan memanfaatkannya nanti untuk kehidupan yang lebih baik,” harapnya.
Lebih lagi, sejumlah masyarakat yang sempat menganggur direkrut menjadi tenaga pembantu dalam pengelolaan lahan konservasi penelitian LIPI tersebut. “Mereka selain mendapat ilmu pengetahuan secara langsung, juga menopang ekonomi yang digaji dari tenaga ahli tersebut,” terangnya lagi.
Sementara itu, Popi selaku pelaku pariwisata Danau Maninjau juga sangat senang adanya kehadiran LIPI membantu pemulihan air danau tersebut. “Kami dari pemilik hotel dan restauran sekaligus putri daerah asli Danau Maninjau, gembira adanya lembaga profesional seperti LIPI ini membantu pemulihannya. Harapan bagi kami untuk pengembangan wisata edukasi kemasyarakatan,” ungkapnya.
Danau Maninjau memiliki History panjang dan menarik serta banyaknya melahirkan tokoh nasional sepeti Buya Hamka, Abdulkarim Amrullah, Sutan Nur Iskandar, M. Natsir, Rasunan Said, Isa Ansari dan Bachtiar Chamsyah. “Ditambah lagi, sejak zaman kolonial Belanda, Danau Maninjau sudah eksotik dan primadona akan keindahan alamnya. Pengembangan wisata sempat maju pada era tahun 1990-an,” tutur Popi.
Setelah sempat redup sebagai wisata terkemuka di Sumatra Barat akibat tercemarnya danau, kini memberi harapan baru kepada masyarakat. “Dan kita sudah banyak berkaca, pengembangan wisata halal berbasis kemasyarakatan lebih menguntungkan semua pihak. Dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutupnya. (rud)
















