Daerah

Dana Umat Diduga Diselewengkan Baznas Pasaman, Ini Kata Ketua Syafrizal

Pasaman, Prokabar — Zakat umat menjadi topik utama yang teramat hangat dibahas masyarakat Pasaman. Zakat umat diduga diselewengkan Ketua Baznas, Syafrizal. Hal ini tidak lepas dari tersebarnya di kalangan umum beberapa lembar hasil akhir pemeriksaan tim audit internal Baznas Pasaman.

Pantauan Prokabar.com, selebaran yang tersebar itu sekitar lima lembar. Pada sampulnya tertera satuan audit internal Baznas Pasaman dengan nomor lengkap. Tak lupa ada pula perihal yang menyatakan hasil akhir audit dan kesimpulan. Di bawah sampul tertera pula tandatangan dari ketua tim audit. Begitu juga di akhir lembar, ada lima nama tim lengkap tandatangan. Sampai-sampai, di sudut kanan bawah sampul tertera pula disposisi untuk inspektorat dengan tulisan pena khas pejabat.

“Memang benar, yang tersebar itu hasil audit tim audit di bawah jajaran Baznas Pasaman,” kata Ketua Baznas menanggapi, Rabu (8/1).

Dalam selebaran yang tersebar itu, tim audit menelanjangi keuangan dan kejanggalan dana umat yang diduga banyak diselewengkan Syafrizal. Diselewengkan dalam artian tidak ditempatkan atau tidak direalisasikan sesuai peruntukan dan putusan bersama pengurus.

Contohnya saja, pendistribusian tiap kecamatan sesuka hati ketua Syafrizal yang kini telah menyatakan bakal maju menjadi bakal calon Bupati Pasaman. Ada pula sebagian dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sekitar Rp715 juta.

Lebih mirisnya, dalam laporan itu tertera, ada dana zakat umat yang dipinjamkan kepada pihak lain. Seperti kepada pengusaha swasta, Kipang Pulut Bonjol, pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Equator, hingga ada pula kepada pribadi, yakni kepada Syafrizal sendiri yang jumlahnya sampai ratusan juta rupiah.

“Iya, pinjaman itu saya akui. Namun, ada yang perlu diluruskan,” jelas Syafrizal.

Dalam kesimpulan pemeriksaan, dana yang dipinjam-pinjamkan oleh Syafriizal ini dinilai telah menyalahi aturan. Dimana rincian dana yang menjadi permasalahan temuan ini yakni, adanya dana tidak bisa dipertanggungjawabkan Rp715 juta, meminjamkan pada Kipang Pulut Bonjol, Rp223 juta, PT. Equator Rp25 juta, dan adanya pinjaman pribadi dari pejabat Pasaman Rp50 juta dan Rp10 juta. Paling parah pinjaman pribadi ketua Baznas Syafrizal Pasaman Rp392 juta dengan nota catatan dua kali pinjam. Dalam hasil pemeriksaan ini, Syafrizal beralasan untuk pembangunan Pondok Tahfiz Islamic Center yang di Rao, yang ternyata ini pinjaman bodong, karena pihak pondok tahfiz melalui bendahara tidak ada menerima dana yang sampai ratusan juta rupiah itu. Ini tertera dalam laporan. Tak luput ada pula utang pribadi Syafrizal Rp41,7 juta.

Di sisi lain, Syafrizal mengaku, itu hanya masalah internal yang tidak terselesaikan. “Satuan audit ini di bawah naungan Ketua Baznas. Saya sangat menyayangkan dokumen rahasia ini tersebarluaskan. Entah apa permasalahannya. Sampai saat ini, mereka (tim audit) tidak pernah tatap muka untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata Syafrizal.

Perihal adanya pinjaman-pinjaman, Syafrizal berdalih, itu merupakan bentuk realisasi zakat produktif. “Zakat ini ada dua macam, zakat umat yang memang direalisasikan langsung dan zakat produktif. Ini sah-sah saja, selagi ada simbiosis multualisme. Zakat tersalurkan, pengusaha berhasil dan menghasilkan zakat dan infaq. Saya dituding mengambil kebijakan sendiri, itu tidak benar. Mereka-mereka itu (pengurus lainnya dalam tim audit) yang jarang datang ke kantor,” jelas Syafrizal.
Disinggung masalah pertanggungjawabkan bila peminjam dana zakat ini kabur atau semacamnya, Syafrizal berdalih pinjam meminjam ini telah diikiat dengan perjanjian bermatrai. “Ada juga tu yang entah dimana dia sekarang, tapi kan ada keluarganya dan tetap saya Ketua Baznas yang bakal mencari dan bertanggungjawab. Jangan cemas, sampai masa jabatan berakhir, saya akan beratnggungjawab atas semua ini,” tegas Syafrizal.

Terkait pinjaman pribadinya, Syafrizal mengakui kalau itu pinjaman orang lain atas nama dirinya. “Sekali lagi, saya bertanggungjawab,” tukas Syafrizal. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top