Tanah Datar, Prokabar – Legislator Tanah Datar menyorot dana sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang cukup besar di nagari sejak 2016.
“Hampir seluruh pemerintahan nagari mengalami Silpa yang cukup besar, bahkan ada silpa abadi yang terjadi sejak 2016. Hal ini tentu akan mengganggu kinerja pemerintahan nagari,” ucap Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra saat Musrenbang Kecamatan Sungayang, kemarin.
Ia mengharapkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dapat membenahi hal ini karena masyarakat beranggapan pemnag tidak dapat menggunakan anggaran yang telah disediakan.
“Ada dana yang masuk ke nagari tapi tidak bisa digunakan karena bukan menjadi kewenangan nagari akibat regulasi yang berubah,” tutur Anton.
Sementara itu, Camat Sungayang Yetriwel mengatalan, pembangunan di nagari harus diutamakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pengamalan agama, adat, dan budaya, pengentasan kemiskinan dan pembelian.
Kemudian, peningkatan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang baik, lingkungan hidup dan bencana alam. Kemudian Pengembangan pariwisata, pertanian, dan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
Ketua Tim Musrenbang Pemkab Tanah Datar Nofenril berharap Musrenbang kecamatan dapat mempertimbangkan semua aspek serta prioritas dalam pelaksanaan pembangunan sehingga program pembangunan memang menerima manfaatnya bagi masyarakat.
Ikut hadir dalam musrenbang Anggota DPRD Nurhamdi Zahari, Surva Hutri, Azwar Rabain, dan Beni Apero, Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi, pimpinan OPD, para Wali Nagari, dan tokoh masyarakat. (*/eym)
















