Daerah

Dampak Pandemi, Pandai Emas di Padang Pernah Tak Jual Beli Hingga Tiga Hari

Afrizal yang berprofesi sebagai perajin sekaligus pedagang pandai emas, berupa cincin, batu akik, gelang, itu mengeluhkan turunnya penjualan akibat dampak pandemi corona. (givo alputra)

Dibaca : 129

Padang, Prokabar – Pandemi Covid-19 membunuh segala sendi kehidupan, terutama dibidang ekonomi. Dari usaha omset besar hingga kecil tak luput dari dampaknya.

Seperti yang dialami Afrizal Ibrahim (61). Ia berprofesi sebagai perajin sekaligus pedagang pandai emas di Padang Teater, Pasar Raya Padang.

Semenjak pandemi, ia mengaku penjualannya menurun, bahkan pernah tidak jual beli selama tiga hari berturut beturut.

“Pandemi ini mencekik perekonomian saya. Pernah dalam tiga hari berturut beturut saya tidak jual beli,” kata dia

Sudah 39 tahun berkarir sebagai pandai emas, di masa pandemi ini lah yang paling “menyiksa” bagi Afrizal. Terasa benar ketika PSBB.

“Dampak yang paling terasa itu ketika diberlakukannya PSBB,” sambung nya lagi.

Ia mengibaratkan “hidup segan mati tak mau”, artinya tetap berjualan walau terkadang tidak ada jual beli.

“Pokok tapakai, nan jua bali makin sarik se,” imbuh Afrizal.

Kian kesini, ia mengeluhkan harga sewa kedai tidak juga menurun. “Sansai saya,” ujar nya. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top