Padang, Prokabar – Pandemi Covid-19 membunuh segala sendi kehidupan, terutama dibidang ekonomi. Dari usaha omset besar hingga kecil tak luput dari dampaknya.
Seperti yang dialami Afrizal Ibrahim (61). Ia berprofesi sebagai perajin sekaligus pedagang pandai emas di Padang Teater, Pasar Raya Padang.
Semenjak pandemi, ia mengaku penjualannya menurun, bahkan pernah tidak jual beli selama tiga hari berturut beturut.
“Pandemi ini mencekik perekonomian saya. Pernah dalam tiga hari berturut beturut saya tidak jual beli,” kata dia
Sudah 39 tahun berkarir sebagai pandai emas, di masa pandemi ini lah yang paling “menyiksa” bagi Afrizal. Terasa benar ketika PSBB.
“Dampak yang paling terasa itu ketika diberlakukannya PSBB,” sambung nya lagi.
Ia mengibaratkan “hidup segan mati tak mau”, artinya tetap berjualan walau terkadang tidak ada jual beli.
“Pokok tapakai, nan jua bali makin sarik se,” imbuh Afrizal.
Kian kesini, ia mengeluhkan harga sewa kedai tidak juga menurun. “Sansai saya,” ujar nya. (gas)
















