Dampak Merkuri dari Penambangan Emas Liar Rusak Lingkungan

Penulis -

Rabu, 13 November 2019 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berkomitmen untuk memerangi pencemaran merkuri atau raksa (Hg) dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di sepanjang Sungai Batanghari dan beberapa sungai lainnya di Indonesia.

Sebagai langkah awal, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengumpulkan beberapa perwakilan kepala daerah dari empat provinsi; Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Jambi, perwakilan Kementerian/Lembaga serta unsur TNI dan Polri untuk membahas konsep awal dalam “Rapat Koordinasi Kerusakan Ekosistem Akibat Penambangan di Sungai Batanghari” yang dilaksanakan di ruang serbaguna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta.

Orang nomor satu di BNPB itu prihatin setelah meninjau Bukit Mindawa yang menjadi bekas lokasi pertambangan emas ilegal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Maraknya praktik penggunaan merkuri dalam aktivitas pertambangan di lokasi tersebut, secara tidak langsung telah menyebabkan rusaknya lingkungan di sepanjang sungai yang mengalir dari Solok Selatan melintasi Dharmasraya.

Lebih lanjut, dampak dari rusaknya lingkungan oleh pencemaran merkuri itu juga masih dirasakan hingga hari ini, meski Peti tersebut sudah berhenti sejak 2007 lalu.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Telah banyak tanaman dan pohon yang sudah dicoba untuk ditanam di lokasi ini, namun sudah 12 tahun tidak ada satupun yang berhasil tumbuh,” ungkap Doni.

Selain mencemari lingkungan, merkuri juga membawa masalah kesehatan masyarakat, baik dari ibu hamil, bayi, anak-anak, usia dewasa bahkan lanjut usia. Dalam paparannya, Wakil Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution memberikan kesaksian bahwa salah seorang bayi terlahir dengan kondisi tidak normal diduga menjadi korban dari pencemaran lingkungan akibat merkuri dari aktivitas pertambangan emas ilegal di bantaran Sungai Batang Natal yang melintasi wilayahnya. Atas laporan tersebut, BNPB menyalurkan bantuan dari Bank BRI dan pihak lain senilai 100 juta rupiah.

Permasalahan lain yang juga muncul dari praktik pertambangan ilegal tak hanya soal kesehatan dan lingkungan saja. Lebih dari itu, Bupati Kabupaten Bungo, Mashuri membeberkan fakta lain yang terjadi di wilayahnya. Aktivitas tambang emas ilegal cenderung membuat para pekerja terjebak dalam lingkungan yang buruk. Mashuri menuturkan bahwa hasil pendapatan para pekerja tambang tersebut tidak digunakan dalam kepentingan yang lebih baik melainkan hanya untuk foya-foya, narkoba dan praktik lain yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Uanya tidak dibawa pulang. Tapi dibuat beli narkoba, untuk dopping. Para pekerja pakai narkoba untuk bekerja. Uangnya tidak kemana-mana,” ungkap Mashuri.

Melihat dari beberapa kasus tersebut, Doni Monardo meminta pemerintah daerah tentunya dibantu dengan Kementerian dan Lembaga serta unsur TNI/Polri untuk bersama-sama mengatasi permasalahan darurat tersebut demi generasi yang akan datang. Doni optimis bahwa hal itu bisa dicapai sebagaimana yang pernah dilakukan sebelumnya di Gunung Botak, Maluku, saat dirinya menjabat sebagai Pangdam Pattimura 2015 lalu.

Ke depannya, selain dengan upaya penegakan hukum, langkah-langkah yang harus dipertimbangkan dalam rangka pemberantasan pertambangan ilegal adalah alih profesi para pekerjanya. Dalam hal ini, upaya seperti yang sudah dilakukan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) di Banyumas, dari penambang ilegal menjadi petani bisa dijadikan contoh. Selain itu, Doni juga memberikan solusi lain di bidang wisata, peternakan dan perkebunan produktif berkelanjutan lainnya. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang mementingkan kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, BNPB memiliki kewenangan sebagai pengawasan terhadap pelaksana tata ruang dan pengelolaan lingkungan serta pencegahan kerusakan lingkungan. Dalam hal itu, BNPB sebagai pemerintah pusat dapat bertindak sebagai koordinator dan pemerintah daerah sebagai eksekutor sehingga kedepannya, kolaborasi tersebut dapat dimaksimalkan dalam rangka menanggulangi kerusakan lingkungan. Kendati demikian, permasalahan lingkungan tidak hanya tugas pemerintah pusat maupun daerah saja. Masalah lingkungan adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

” Saya adalah orang paling depan yang membela rakyat dari merkuri. Apa kita rela masyarakat kita cacat seumur hidup? Tanyakan kembali kepada diri kita masing-masing. Maka dari itu dengan “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita!,” tutup Doni.(rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB