Tanah Datar, Prokabar – Kabut asap kiriman yang melanda kabupaten tanah datar turut berdampak terhadap menurunnya kunjungan wisatawan ke Istano Basa Pagaruyung. Bahkan, persentase penurunan kunjungan ini mencapai angka 10 hingga 15 persen.
Data pihak UPT Istano Basa Pagaruyung mencatat, dibandingkan data september tahun 2018 lalu, angka kunjungan wisatawan mencapai 27.010 kunjungan, dimana kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1493 orang, dan kunjungan wisman domestic sebanyak 25.657 orang. Sementara pada september 2019, angka tersebut turun sebanyak 9.232 wisatawan atau menjadi 17.778 orang wisatawan, dimana kunjungan wisawatan mancanegara sebanyak 1.220, dan kunjungan wisatawan domestik sebanyak 16.558 wisatawan.
Ridwan, kepala UPT Istano Basa Pagaruyung mengatakan, dampak kabut asap pada September dan Oktober turut mempengaruhi angka kunjungan wisatawan ke destinasi wisata andalan Tanah Datar itu. Kabut asap yang melanda, membuat wisatawan enggan untuk berkunjung dan mereka lebih memilih mengurangi aktifitas di luar ruangan.
Meski demikian, Ridwan tidak menyalahkan sepenuhnya bencana kabut asap menjadi penyebab turunnya angka kunjungan wisatawan ke Luhak Nan Tuo. Mahalnya harga tiket penerbangan domestik, turut mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Kerajaan Pagaruyung itu.
“Bencana kabut asap juga mempengaruhi, akibat kabut asap penurunan angka kunjungan ke Istano sekitar 10 hingga 15 persen. Selain itu, mahalnya tiket pesawat juga menjadi penyebab. Jika ditotal dengan bencana kabut asap, penurunan angka kunjungan wisatawan sekitar 20 persenlah,” ujarnya saat ditemui di kantor UPT Istano Basa Pagaruyung, Rabu (16/10).
Dampak turunnya angka kunjungan wisatawan ke destinasi wisata Istano Basa Pagaruyung, lebih lanjut ia khawatir dengan pendapatan daerah yang ditargetkan tidak akan tercapai. Pada tahun 2018, target pendapatan daerah dari istano Pagaruyung sebesar Rp6 M, sementara pada tahun 2019, naik Rp2 M atau menjadi Rp8 M.
“Dua setengah bulan jelang tutup tahun, realisasi pendapatan kita dari kunjungan wisman baru mencapai Rp4,5 M. kalau kita prediksi, hingga akhir tahun kita hanya bisa mencapai Rp6 M,” ucapnya.(eym)
















