Peristiwa

Dampak Kabut Asap Kiriman Mulai Dirasakan Masyarakat Agam

Maninjau, Prokabar — Polusi udara akibat kabut asap kiriman dari Riau dan Jambi sudah mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Agam. Berdasarkan pantauan Prokabar.com dari Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (13/9), sinar matahari sudah mulai tertutupi kabut hasil kebakaran hutan tersebut. Sejumlah masyarakat sudah mulai menggunakan masker, agar tidak berdampak buruk pada kesehatannya.

Menurut Dr. Syahril Gunawan, tenaga medis Puskesmas Tanjung Raya, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam sudah mulai melakukan himbauan kepada jajarannya untuk melakukan aksi sosial pembagian masker ke sekolah maupun ke perkantoran. “Jadi, kami dari puskesmas sudah mendapat intruksi terkait kabut asap ini. Salah satunya kita akan mencoba pemberian masker, dan disamping itu juga tentu kitab tetap memberikan edukasi kepada masyarakat terkait resiko-resiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan,” ungkapnya.

Rencananya, dalam waktu dekat pihak Puskesmas Tanjung Raya akan mendatangi setiap sekolah untuk melakukan edukasi serta pembagian masker tersebut. “Untuk kabut asap tentu sangat berbahaya bagi kita, terlebih pasien penderita saluran pernafasan. Pasien tersebut akan kembali kambuh penyakitnya seperti PPOK atau Penyakit Paru Obstuktif Kronis dan pasien asma akan mengeksitasi kekambuhanya,” terang Dr. Syahril.

Orang yang sehat dapat terkena ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Atas lanjutnya. “Yang sangat kita kuatirkan adalah pada anak-anak. Kepada orang tua atau orang dewasa mungkin bisa beradaptasi, namun pada anak-anak inilah yang sangat dikuatirkan,” tuturnya.

Selain itu, selain pada manusia, pada lingkungan atau tumbuhan juga berdampak buruk nantinya. “Karena kabut asap sendiri mengalangi sinar matahari, apalagi sudah terlalu kabut. Kemudian bisa menrusak tatanan lingkungan. Di Danau Maninjau kita memiliki aneka tumbuhan dan satwa yang bisa kita lindungi,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top