Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Dampak Corona, Permintaan Tebu Lawang Turun Drastis

Dibaca : 270

Agam, Prokabar — Petani Tebu di Nagari Lawang Kecamatan Matur mengeluhkan imbas Covid-19, permintaan Tebu Lawang turun dratis.

“Sebelum Corona, kami rutin mengirimkan tebu batangan ke Pulau Jawa, sekarang permintaan sedikit sekali, bagaimana mau ke Jawa,” kata Marlin Tanjung salah seorang Petani Tebu di Nagari Lawang, dilansir dari MC Sumbar, Minggu (26/7)

Karena pandemi Covid-19 semua terkena dampak dan menyeluruh disemua kehidupan, “Oleh karena itu semua harus ikhlas menerima. Kami setuju dengan pemerintah, kesehatan harus diutamakan.”kata Pak Man biasa Marlin Tanjung disapa.

Menurutnya pada kondisi normal, Petani Tebu Lawang tinggal mengirimkan tebu sesuai pesanan masing-masing langganan.“Kondisi hari ini sangat jauh berbeda, kami berharap agar Corona ini cepat berlalu,” sebutnya.

Disinggung mengenai harga jual, Marlin mengatakan harga Tebu Lawang berkisar antara Rp. 3000,- hingga Rp. 3.300,- per batangnya. Diakui Covid-19 tidak mempengaruhi harga jual, namun permintaan Tebu sangat jauh berkurang.

“Diluar pengiriman ke Jawa, biasanya terjual agak lima puluh batang, kami sudah dapat Rp.150.000,-. Kalau kini bisa tidak ada penjualan sama sekali,” ucap Marlin.

Disamping berladang tebu, Marlin dan keluarganya juga merupakan pedagang di kawasan wisata Puncak Lawang yang notabene merupakan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Agam.

Namun tak berbeda jauh. Dari pengakuannya terungkap bahwa warung-warung yang juga dilengkapi dengan spot spot fotografi ini, seakan mati suri.

“Senin sampai Jumat bisa dikatakan tidak ada pengunjung sama sekali, harapan kami di Sabtu Minggu, faktanya itupun tak seberapa,” ungkapnya.

Marlin adalah satu dari sekian banyak petani tebu dan pelaku wisata di Nagari Lawang. Pihaknya berharap agar pemerintah dapat mencarikan solusi agar perekonomian masyarakat setempat dapat kembali pulih seperti sediakala. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top