Dahlia Ngamuk, Awas

Penulis -

Jumat, 1 Desember 2017 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, PROKABAR – Dahlia. Oh Dahlia berlari secepat 95 Km per jam, menggulung muka laut, mematah dahan-dahan, membanting atap. Dahlia memicu hujan lebat.

Dahlia adalah siklon tropis. Beberapa waktu lalu masih di Bengkulu, kini Cilacap Jawa Barat. Anginnya kencang, yaitu 95 Km per jam. Maka jangan heran banyak jadwal pesawat terganggu dan suhu udara drop. Dingin.

Berikut data yang didapat prokabar.com dari prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur Padang

Untuk siklon tropis dahlia kondisi 01/12/2017 pukul 13:00 WIB, pergerakannya di sekitar Cilacap menuju timur tenggara denhan kecepatan 9 Km/jam. Dahlia bergerak menjauhi wilayah Indonesia

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Kecepatan angin maksimum:l 50 knots atau 95 km/jam

Prediksi 24 jam,  02/12/2017 pukul 13:00 WIB

Posisi     12,6LS, 109,3BT (sekitar 560 km sebelah selatan barat daya Cilacap)

Arah Gerak    : selatan, kecepatan 6 knots (11 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia

Kecepatan Angin Maksimum: 65 knots (120 km/jam)

Dampak pada cuaca

– Hujan sedang hingga lebat di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,  Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

– Angin kencang > 20 knot di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian barat dan selatan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

– Gelombang laut dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter di Perairan Sumatera  Barat dan   Kep. Mentawai,  Selat Sunda bagian Selatan,  Laut Jawa bagian tengah, Perairan utara Jawa Tengah, Perairan selatan Jawa Timur hingga Lombok, Selat Alas bagian selatan. 

– Gelombang laut dengan tinggi 4.0 – 7.0 meter di Perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Pulau Jawa dan Samudera Hindia bagian Selatan Pulau Jawa

Waspada bagi kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pesisir pantai terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Prakiraan kondisi cuaca maritim untuk 02/12

Potensi gelombang dengan tinggi 0.50 – 1.00 meter daerah Perairan Pesisir Barat Pasaman Barat hingga Pesisir Barat  Pesisir Selatan.

Waspada gelombang dengan tinggi 0.75 – 2.00 meterdaerah perairan Pesisir Barat Bengkulu.

Potensi gelombang dengan tinggi 1.00 – 2.50 meter daerah perairan barat Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Selatan, dan Pulau Enggano.

Waspada gelombang dengan tinggi 2.50 – 3.00 meter daerah Samudera Hindia Barat Kep Mentawai hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu. (eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB