Daerah

Dagangan Jungkir Balik Hingga Nyaris Masuk Jurang, Derita Masyarakat Di Utara Pasaman

Pasaman, Prokabar — Pasaman kian memprihatinkan, terutama masyarakatnya yang berada di ujung nagari nun jauh di sisi utara. Fasilitas umum layaknya seperti di ibu kota Kecamatan Lubuk Sikaping,  jauh dari harapan.

Bahkan, masyarakat yang bekerja untuk mengasapi dapurnya, harus beetaruh nyawa dalam bekerja. Sebab, jalan sehari-hari yang mereka lalui, lebih parah dari kubangan kerbau.

Ini terjadi di Koto Panjang-Bangkok, Nagari Silayang Kecamatan Mapattunggul Selatan. Salah satu kecamatan dari beberapa kecamatan yang ada di sisi utara Pasaman yang buruk fasilitas umumnya.

Seperti yang dialami Buyung (35), pedagang tahu keliling. Motor yang ia tunggangi pernah jungkir balik saat melintasi jalan berlumpur diatas bukit Nagari Silayang.

“Saya hanya bisa menangis sembari menahan rugi, mengingat istri dan anak yang menanti di rumah. Berharap saya membawa uang untuk memgasapi dapur, namun apaladaya, rugi yang ada kala itu,” kata Buyung saat memgingat kenangan pahitnya, Sabtu (8/12)

Diakui Buyung, tidak ia sendiri yang merasakan hal serupa. Banyak masyarakat Silayang yang menjadi korban buruknya akses jalan. Ada yang terjebak lumpur hingga ada yang nyaris masuk jurang.

“Paling susah itu kalau ada masyarakat yang buru-buru dibawa ke rumah sakit. Jangan ditanya paniknya masyarakat saat ini terjadi. Mau rasanya kita yang mati duluan saat membopong masyarakat yang sedang sakit itu,” jelas Buyung.

Di sisi lain, jalan yang dimaksud Buyung, berada diatas ketinggian perbukitan, sekitar 150 mdpl. Akses jalan yang buruk menuju daerah itu mengakibatkan harga sembako melonjak tajam. Ekonomi masyarakat pun semakin terhimpit.

Pemerintah Kabupaten Pasaman mengaku ruas jalan Bangkok-Silayang hingga Muaro Seilolo, merupakan tanggung jawabnya Pemprov Sumatera Barat. Masyarakat pun meminta pihak provinsi untuk segera melakukan pengaspalan. (Ola)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top