Daerah

Daerah ini Kembangkan Destinasi Wisata Jenjang Asmaul Husnah

Agam, Prokabar — Masyarakat Jorong Batung Panjang, Kanagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam bergotong royong kembali membuka jalan bersejarah. Jenjang atau akses jalan yang sering dilalui Buya Hamka beserta Ulama besar lainnya. Masyarakat menyebutnya Jenjang Asmaul Husnah.

Aksi tersebut dipelopori Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya. Sebuah komunitas yang bergerak mengembalikan catatan sejarah atau Tikam Jejak Buya Hamka. Dan jenjang tersebut dahulunya, akses jalan utama masyarakat sebelum adanya jalan raya saat ini.

Fauzi, Ketua Harian KPGH Tanjung Raya, menjelaskan, menurut cerita orang tua, jenjang tersebut berjumlah 99 anak tangga. Jenjang dengan memiliki kisah bersejarah tersendiri bagi masyarakat Tanjung Raya.

Sungai Batang dulunya pusat pendidikan Agama Islam dari ulama-ulama besar yang juga ninik moyang dari Buya Hamka. Mereka selalu melalui jenjang tersebut bila hendak ke perkampungan penduduk pedalaman. Bahkan mendirikan beberapa surau dan Mesjid di beberapa tapian (dusun).

Ulama tersebut seperti Tuanku Nan Tuo, Syekh Guguak Gatur, Syekh Muhammad Amrullah (Tuanku Kisai), Syekh Abduk Karim Amrullah (Inyiak Dr). Buya Hamka dimasa kecil selalu menggunakan jenjang tersebut bila hendak bermain dan menjalani aktivitasnya.

Sementara itu, Ardiansyah salah satu tokoh masyarakat setempat juga menerangkan, jalan tersebut juga memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan RI. Dimulai sejak zaman perjuangan kaum Padri, hingga perjuangan para pahlawan kemerdekaan melawan penjajahan kolonial Belanda.

Di Jenjang tersebut juga terdapat dua benteng kecil pertahanan, penghadang tentara Belanda. Serta akses utama untuk lari persembunyian ke pelosok hutan belantara.

Wali Jorong Batung Panjang, Irfan Chaniago membenarkan catatan sejarah tersebut. Jenjang tersebut dibangun secara permanen diperkirakan sejak 1927. “Jenjang ini dulunya satu-satunya akses utama masyarakat. Sejak adanya jalan lintas dengan aspal hotmit, jenjang ini tidak lagi digunakan. Dan hampir merimba semak belukar,” ujarnya.

Ia kembali menjelaskan, agar termanfaatkan kembali Pemuda melalui KPGH Tanjung Raya menggagas jenjang tersebut dapat dimanfaat sebagai Destinasi Wisata Sejarah. Bahkan memiliki pemandangan yang sangat dari ketinggian jenjang tersebut.

“Jenjang tersebut sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Menanamkan lagi nilai-nilai sejarah menjadi nilai teladan dan karakter generasi bangsa,” tuturnya.

Wali Jorong Batung Panjang itu pun menambahkan selain untuk destinasi wisata dan akan dihias sedemikian rupa nantinya, dampak kesiapsiagaan kebencanaan juga didapatkan. “Lokasi tersebut sangat rawan longsor. Dan sudah sering terjadi longsor dan menutupi badan jalan. Dengan goro tersebut jelas pencegahan bencana longsor dapat teratasi dengan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top