Daerah ini Gunakan Aplikasi Google Map Untuk Petakan UMKM

Penulis -

Kamis, 5 Juli 2018 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya, Prokabar – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya membuat terobosan sebagai upaya mempermudah pendataan maupun pemetaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di kota Palangka Raya.

Terobosan itu adalah aplikasi Google Map, yakni sebuah aplikasi untuk mempermudah masyarakat dalam mencari produk-produk UMKM yang ada di Kota Palangka Raya.

“Google Map adalah aplikasi yang digunakan untuk mencari produk-produk dari UMKM yang ada di Kota Palangka Raya. Misalkan produk untuk buah tangan atau cenderamata, serta kuliner,” ungkap Staf Ahli Walikota Palangka Raya Supriyanto, seusai peluncuran program pemetaan UMKM berbasis Google Map Kelurahan Pahandut, di Aula Kecamatan Pahandut, Kamis (5/7).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurutnya, dengan adanya aplikasi tersebut, maka  kedepannya pihak instansi terkait, khususnya Dinas Koperasi dan UKM, dapat mendata dan melacak keberadaan semua UMKM dengan  bidang usaha masing-masing.

Adanya aplikasi itu diharapkan mampu membawa stigma positif bagi UMKM yang ada di Kota Palangka Raya. Terutama keberadaan UMKM dapat dikunjungi oleh wisatawan luar Palangka Raya, sekaligus mampu menjadi bagian dari ajang promosi hasil dari produk-produk UMKM itu sendiri.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sekarang ini teknologi kita sudah canggih dan rata-rata menggunakan alat aplikasi modern, maka ini salah satu upaya dari peningkatan promosi untuk UMKM perlu bantuan aplikasi modern pula, terangnya.

Keinginan Pemko melalui aplikasi ini lanjut Supriyanto, tidak hanya untuk pengembangan UMKM yang ada di Kelurahan Pahandut saja,  Namun terobosan aplikasi pemetaan UMKM ini dapat diikuti oleh seluruh kelurahan ataupun kecamatan yang ada di kota Palangka Raya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kita berharap model aplikasi ini dapat diterapkan diseluruh Kota Palangka Raya, sehingga produk UMKM kita dapat betul-betul berkembang dengan baik dan diminati oleh masyarakat luas,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan data yang  dihimpun, untuk Kecamatan Pahandut tercatat  ada sekitar 30 UMKM yang bergerak dari  berbagai bidang usaha. Seperti kerajinan anyaman, cinderamata atau batu-batuan, kuliner dan lain sebagainya. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB