Curah Hujan Tinggi, Longsor Landa dua kecamatan Di Agam

Penulis -

Senin, 17 September 2018 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Sehubungan curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Agam mengakibatkan longsor di dua kecamatan Minggu sore (16/9). Dan Tim Satgas BPBD dan Damkar Kabupaten Agam bersibaku membersihkan sejumlah jalan yang dilanda material longsor tersebut.

Menurut Kalak BPBD Agam, Lutfi didampingi Kabid KL, Wahyu Bestari longsor tersebut terjadi di Kecamatan Malalak dan Kecamatan Tanjung Raya.

“Longsor terjadi di Simpang Tower Hulu Banda, Jorong Silimpaung, Nagari Malalak Utara. Terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, menutupi ruas jalan sehingga tidak bisa dilewati kendaraan yang melintas,” kata Lutfi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia melanjutkan, material longsor lebih kurang 9-11 Meter, dengan ketinggian 10-15 Meter. Setelah dilakukan pembersihan jalan sudah bisa dilewati kendaraan.

Longsor kedua di Ambacang Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur. “Jalan menutupi sebagian ruas jalan, yang membawa material batu-batuan. Kondisi di sana sekarang bebatuan masih turun,” tutur Kalak BPBD Agam tersebut.

Sedangkan di Kecamatan Tanjung Raya, longsor dan pohon tumbang menutupi sebagian ruas jalan sebanyak 3 titik. “Titik pertama di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang pada pukul 14.30 WIB sepanjang lebih kurang 10 meter dengan ketinggian 5 cm. Dan kondisi sudah kembali normal setelah melakukan pembersihan material,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Satgas BPBD Kabupaten Agam yang dipimpin Kalak Muhammad LUTFI. Pembersihan material longsor dan pohon tumbang dibantu Pemerintah Kecamatan, Pemerintahan Nagari bersama Masyarakat.

Kalak BPBD Agam, Muhammad Lutfi didampingi Kabid KL, Wahyu Bestari menghimbau, sehubungan cuaca extrem di wilayah Kabupaten Agam, maka masyarakat diharapkan tetap hati-hati dan waspada jika terjadi hujan lebat dan angin kencang. Ia meminta kepada masyarakat untuk jauhi jalan sekitar perbukitan dan mencari jalan alternatif. Hal tersebut bertujuan mengantisipasi korban jika terjadi bencana tanah longsor.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Jauhi pohon tua yang lapuk dan daerah rawan longsor. Karena bencana bisa terjadi dimanapun dan kapanpun. Awak siap, awak salamaik,” Tutup Kalak BPBD Agam tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB