Cuaca Ekstrim, Nelayan Pesisir Selatan Alami Kerugian Miliaran

Penulis -

Senin, 3 Februari 2020 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Belakangan ini cuaca di perairan Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, cukup ekstrim, sehingga sejumlah nelayan di empat Kecamatan di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona, ini mengalami kerugian miliaran rupiah.

Atas peristiwa ini Pemerintah setempat mencatat kerugian yang mengalami nelayan sejak Rabu 29 Januari 2020 kemaren mencapai Rp4,4 miliar.

Sementara data dihimpun Prokabar.com di Kantor Dinas Perikanan Pesisir Selatan, terhadap kapal nelayan yang mengalami rusak dan kerugian yakni, di Kecamatan Linggo Sari Baganti lima unit bagan dan satu kapal tonda rusak dan di Kecamatan Batangkapas satu perahu jongkong rusak.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Selanjutnya, di wilayah Koto XI Tarusan empat unit bagan, dan di Kecamatan Sutera satu unit bagan dan satu kapal tonda.

Sedangkan, untuk korban jiwa sendiri 11 orang ABK masih belum ditemukan, dan satu orang di Kecamatan Sutera dinyatakan meninggal setelah ditemukan dan sudah dievakuasi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan, Dinas Perikanan, Firdaus mengatakan, pihaknya mencatat sejumlah kapal dan alat tangkap hilang dan rusak mengalami kerugian senilai Rp4,4 miliar.

Selain mengalami kerugian, sejumlah nelayan juga ada yang meninggal dunia akibat peristiwa itu.

“Laporan sementara yang kita catat total kerugian bagi nelayan mencapai Rp4.4 miliar. Kerugian yang dialami mulai dari ringan, sedang dan berat, “ujarnya.

Dikatakannya, total kerugian tersebut, diantaranya sebanyak 14 unit kapal bagan, dua unit kapal tonda dan satu perahu jongkong.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Laporan itu masuk meliputi nelayan diempat kecamatan. Yakni, Tarusan, Linggo Sari Baganti, Sutera dan Batangkapas,” ujarnya lagi.

Hingga kini, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kapal nelayan yang rusak dihantam gelombang dan badai.

“Terkait kerugian ini, kita masih terus berkoordinasi dengan steakholder terkait. Untuk, jiwa yang dinyatakan hilang masih terus dilakukan pencarian,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB