Pesisir Selatan, Prokabar – Belakangan ini cuaca di perairan Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, cukup ekstrim, sehingga sejumlah nelayan di empat Kecamatan di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona, ini mengalami kerugian miliaran rupiah.
Atas peristiwa ini Pemerintah setempat mencatat kerugian yang mengalami nelayan sejak Rabu 29 Januari 2020 kemaren mencapai Rp4,4 miliar.
Sementara data dihimpun Prokabar.com di Kantor Dinas Perikanan Pesisir Selatan, terhadap kapal nelayan yang mengalami rusak dan kerugian yakni, di Kecamatan Linggo Sari Baganti lima unit bagan dan satu kapal tonda rusak dan di Kecamatan Batangkapas satu perahu jongkong rusak.
Selanjutnya, di wilayah Koto XI Tarusan empat unit bagan, dan di Kecamatan Sutera satu unit bagan dan satu kapal tonda.
Sedangkan, untuk korban jiwa sendiri 11 orang ABK masih belum ditemukan, dan satu orang di Kecamatan Sutera dinyatakan meninggal setelah ditemukan dan sudah dievakuasi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan, Dinas Perikanan, Firdaus mengatakan, pihaknya mencatat sejumlah kapal dan alat tangkap hilang dan rusak mengalami kerugian senilai Rp4,4 miliar.
Selain mengalami kerugian, sejumlah nelayan juga ada yang meninggal dunia akibat peristiwa itu.
“Laporan sementara yang kita catat total kerugian bagi nelayan mencapai Rp4.4 miliar. Kerugian yang dialami mulai dari ringan, sedang dan berat, “ujarnya.
Dikatakannya, total kerugian tersebut, diantaranya sebanyak 14 unit kapal bagan, dua unit kapal tonda dan satu perahu jongkong.
“Laporan itu masuk meliputi nelayan diempat kecamatan. Yakni, Tarusan, Linggo Sari Baganti, Sutera dan Batangkapas,” ujarnya lagi.
Hingga kini, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kapal nelayan yang rusak dihantam gelombang dan badai.
“Terkait kerugian ini, kita masih terus berkoordinasi dengan steakholder terkait. Untuk, jiwa yang dinyatakan hilang masih terus dilakukan pencarian,” tutupnya.(min)
















