Jakarta, Prokabar — Terkait menindaklanjuti peringatan dini potensi hujan dari BMKG untuk tanggal 16 hingga 21 Februari 2020, Kepala BNPB, Bambang Surya Putra menghimbau seluruh daerah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terutama daerah di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, sebagian besar Kalimantan, Papua dan Papua Barat.
Himbauan tersebut dilayangkan Kepala BPBD Provinsi dan Kab/Kota Seluruh Indonesia, TNI / Polri di daerah, Kementerian / Lembaga di daerah. Serta Lembaga Kemanusiaan dan Relawan di Seluruh Indonesia.
“Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh BPBD dan Jajaran Pemerintah Daerah serta Pemangku Kepentingan terkait pada daerah-daerah terancam sesuai peringatan dini BMKG terlampir,” ungkap Kepala BNPB, Bambang Surya Putra, Minggu (15/2).
Terdapat lima poin himbauan tersebut yakni pertama melakukan susur sungai untuk menghilangkan potensi terjadinya banjir atau banjir bandang karena kerusakan lahan atau hutan ataupun terhambatnya aliran sungai akibat sampah.
Kedua, meningkatkan kewaspadaan bencana banjir, banjir bandang dan longsor. Selanjutnya, jika terlihat kondisi potensi bencana yang cukup signifikan agar mendekatkan sumberdaya PB pada lokasi potensi bencana dan melakukan evakuasi warga untuk mengurangi resiko bencana.
Keempat, dalam hal adanya potensi kejadian banjir atau longsor, segera tetapkan status siaga darurat dan aktifkan Sistem Komando dan Posko BPBD Provinsi, Kabupaten atau Kota.
Kelima, aktif berkordinasi dengan BMKG dan PVMBG, Dinas ESDM,Dinas PU Prov/Kabupaten/Kota bersama dengan stakeholder lainnya. Bertujuan untuk mendapatkan informasi ancaman dan melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir atau longsor sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi bencana banjir dan tanah longsor.
“Demikian disampaikan, Jika ada kebutuhan dukungan penanggulangan bencana dapat disampaikan melalui Call Center BNPB nomor *(021) 51010 112*. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih,” pungkas Kepala BNPB Bambang Surya Putra melalui Kapusdalops BNPB. (rud)
















