Agam, Prokabar – Puluhan rumah warga di Jorong Sungai Buluh, Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumbar direndam luapan air sungai, Minggu Sore (23/9). Kejadian sekitar pukul 15.20 WIB tersebut tidak hanya mengakibatkan banjir pada rumah warga. Sejumlah fasilitas Umum dan rumah tafizh Quran.
Kepala Bidang Kebencanaan dan Logistik BPBD Agam, Wahyu Bestari, tingginya curah hujan di daerah tersebut membuat air sungai meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam banjir.
Dampak banjir terparah dialami 4 unit rumah warga dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter. “Data pemilik yang terkena banjir kedalaman 1 hingga 1,5 meter tersebut terdata pertama atas nama Anton (35) dengan anggota keluarga 3 orang. Kedua atas nama Tomi (25) dengan jumlah anggota keluarga 4 orang. Ketiga atas nama Nasir (29) dengan jumlah anggota keluarga 3 orang (pasutri + anak). Dan terakhir Yudi (26) bersama seorang istri dan seorang anak,” kata Wahyu.
Selain itu lanjutnya, terdapat 38 unit rumah terendam banjir dengat ketinggian 30 hingga 60 centimeter. “1 unit rumah tafizh Qur’an dan 5 unit fasilitas pemerintahan dengan ketinggian 30 sampai 60 centimeter,” ungkapnya.
Dalam hal tersebut Satgas BPBD Agam bersama TNI, Polri, PMI, Pemerintah Kecamatan, Nagari dan masyarakat melakukan evakuasi dan pembersihan material lumpur yang menimpa rumah korban. “Beruntung tidak ada korban jiwa, namun puluhan rumah rusak dan terkena lumpur material air sungai,” kata Kabid KL BPBD Agam.
Sementara itu, Kalak BPBD Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi, mengajak seluruh masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, lebih hati-hati dan waspada. “Bencana bisa terjadi kapan pun dan dimana pun. Untuk itu, semua warga harus siaga dan siap untuk selamat saat menghadapi bencana yang dimungkinkan melanda daerahnya,” pungkasnya. (rud)
















