CPPC-19 Ambil Peran Nyata, Ini Formula Kendalikan Covid 19

Penulis -

Kamis, 20 Agustus 2020 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Covid 19 makin menjadi ancaman nyata, apalagi positivity rate Sumbar mengalami tren kenaikan. Jika tidak bisa dikendalikan,maka Sumbar bisa menjadi zona merah penyebaran covid 19.

Tiga lembaga negara di Sumbar, Ombudsman, Komisi Informasi dan Komnas HAM, yang membentuk Cluster Pengawasan Penanganan Covid 19 Sumbar, menggelar diskusi secara virtual untuk mencari formula menekan penyebaran covid 19 pada Kamis (20/8).

Dalam diskusi itu, dr Andani Eka Putra yang didaulat sebagai pembicara utama, menyebut harus dilakukan edukasi secara masif kepada masyarakat tentang covid 19 ini.

“Dari tingkat atas sampai ke nagari dan jorong harus dilakukan penyadaran ke masyarakat, dan semua lini harus bergerak, namun yang paling penting tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah harus paham tentang covid 19 ini,” jelas dr Andani.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

dr Andani juga menegaskan dalam memutus penyebaran harus dilakukan 5P yaitu pendidikan, pelacakan, pemeriksaan, pengobatan dan pengkarantinaan.

Sementara plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman menyebut sudah melakukan upaya edukasi tersebut. Namun banyak kendala yang dihadapi di tengah masyarakat.

“Di kampung kampung, masyarakat terjebak dengan pemikiran yang salah tentang covid 19 ini, seperti virua tidak menyerang petani tapi hanya pejabat, ini terjadi di lapangan. Di Solsel kita merekrut edukator untuk memberikan edukasi ke masyarakat,” terang Abdul Rahman.

DR Sari Lenggogeni yang hadir sebagai pembicara menekankan kepada lemahnya kepercayaan masyarakat, karena termakan informasi hoaks.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Edukasi memang jadi jalan terbaik, saya sendiri mengalami bagaimana masyarakat tidak mau melakukan swab karena takut, mereka berpikir swab itu sakit, banyak informasi salah yang dipercaya oleh masyarakat,” tukas Riri, panggilan akrabnya.

Juru bicara gugus tugas penanganan covid 19 Sumbar, Jasman menambahkan tidak hanya masyarakat yang perlu diedukasi, bahkan kepala daerah di kabupaten kota juga perlu diberikan penyadaran.

“Zona hijau dianggap seperti penghargaan, akibatnya ada satu kepala daerah yang tidak mau mengirimkan sample ke labor unand, agar daerahnya dikategorikan hijau,” tukuk Jasman.

Diskusi yang dimoderatori oleh Adel Wahidi ini ditutup oleh Buya Masoed Abidin. Buya memberikan pemahaman tentang merdeka di tengah covid bukan berarti bebas.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Merdeka itu patuh, taat dan disiplin. Secara positif, Covid 19 ini adalah anugerah karena mengajarkan kita untuk patuh dan disiplin, makanya buya menghimbau ke masyarakat, ikutilah protokol kesahatan, Insya Allah kita bebas dari Covid 19,” nasehat buya.

Diskusi yang berlangsung selama 3 jam tersebut menjadi catatan bagi CPPC 19 Sumbar.

“Akan ada banyak tugas selanjutnya bagi cluster pengawasan ini, kita akan menyusun langkah tindak lanjut untuk mengawasi, memberikan masukan, serta melakukan aksi nyata,” kata koordinator CPPC 19, Yefri Heriani diamini oleh Ketua Komisi Informasi Sumbar, Nofal Wiska dan Kepala Komnas HAM Sumbar, Sultanul Arifin.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB