Payakumbuh, Prokabar – Demam Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu melanda hingga sejumlah kota di Sumatra Barat.
Fenomena ini tak hanya jadi trend bagi warga sipil, para Aparatur Sipil Negara (ASN) pun kini ikut latah mengikuti tren Citayam Fashion Week.
Hal itulah yang dilakukan oleh Dewi Novita Camat Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
Namun apes, ia malah dikabarkan dicopot dari jabatannya setelah mengunggah video ala-ala Citayam Fashion Week di laman media sosial pribadinya.
Baca Juga : Anak Muda Padang Diminta Jangan Latah Fashion Week
Melalui akun instagram dan tiktok miliknya, ia curhat tentang kekecewaanya setelah video Payakumbuh Fashion Week yang mengadopsi Citayam Fashion Week dianggap MUI Kota Payakumbuh telah melanggar norma agama dan adat istiadat.
“Aku seorang camat di kota Payakumbuh Sumatera Barat pernah ikutan membuat video viral ala2 Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week maksud hati hanya sebagai konten2 biasa aja, tanpa ada maksud melanggar norma2 agama atau adat istiadat Minang Kabau kemudian di komenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh”
“Mulai dari komen MUI itulah malapetaka itu hadir karir yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara2 komen MUI yang sangat tidak objektif. Dengan melaporkan aku ke walikota Payakumbuh dan akhirnya aku diberhentikan menjadi camat di Payakumbuh Timur terimakasih MUI kota Payakumbuh sudah membuat hancur semua impian aku” sambungnya.
“Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak dikomen sama sekali apakah ini salah satu cara untuk menghancurkanku sehingga semua impianku hancur lebur dalam sekejap mata. Sekali lagi ucapan ribuan terimakasih kepada MUI Kota Payakumbuh dan Provinsi Sumatera Barat atas komen yang sangat tidak berdasar sehingga menghancurkan impianku dan 2 orang anakku” tulis pemilik akun isntagram Dewi.Centong. (*/pk)
















