Pasaman, Prokabar — Lepas dari genggaman suami, seorang ibu rumah tangga, warga Mudiak Tampang, Jorong I Tampang, Nagari Taruang-taruang, Kecamatan Rao, meninggal dunia saat menyebrangi sungai. Kejadian naas ini dialami Ida Fatma (58).
Mulanya, korban bersama sang suami, Sali Aman (60) hendak pulang ke rumah, usai memanen jagung di ladang. Saat di jalan pulang dan hendak menyebrangi Kapalo Bondar Durian Bungkuk Mudik Tampang Batang Air Tingkarang, Pasutri ini saling berpegangan.
“Kami menyebrang, hampir sampai di tepian seberang sungai, saya terpeleset. Genggaman kamipun terlepas, akhirnya istri saya terseret arus sungai yang mulai membesar karena hujan,” kata Sali.
Mendapati sang istri hanyut, Sali berusahan menyelamatkan korban. Namun naas, badan dan tenaganya yang mukai ringkih tidak begitu banyak membuahkan hasil.
“Arus sungai semakin lama semakin besar. Saya langsung memberitahukan kepada warga kampung untuk meminta bantuan,” lanjut Sali.
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan di Bendungan Air Batang Tingkarang sekitar pukul 16.30 WIB, berjarak sekitat 4 kilometer dari titik hanyut.
Setelah ditemukan, korban dievakuasi ke Puskrsmas Rao untuk dilakukan pemeriksaan dan diketahui korban sudah meninggal dunia. (Ola)
















