Christian Eriksen, Ketika Rasa Kemanusian Mengalahkan Rivalitas di Lapangan Hijau

Penulis -

Minggu, 13 Juni 2021 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chritian Eriksen, kolaps di Lapangan. (foto-foto: reuters)

Chritian Eriksen, kolaps di Lapangan. (foto-foto: reuters)

Copenhagen, prokabar – Stadion Parken di Kota Copenhagen, Sabtu malam menjelang dinihari, mendadak sunyi dan sorak sorai penonton seketika terhenti. Seorang pemain berjersey merah Denmark bernomor punggung 10, terlihat ambruk ke lapangan hijau, pingsan.

Kolaps, itu bahasa yang sering dipakai untuk kejadian mendadak seperti itu. Kejadian serupa cukup sering terjadi di lapangan sepakbola. Kali ini, menimpa pemain andalan dan pujaan publik Denmark, Christian Eriksen.

Reaksi wasit Anthony Taylor begitu cepat. Belum sempat semua sadar atas apa yang terjadi, wasit asal Inggris tersebut langsung membunyikan peluit dan memanggil tenaga medis ke lapangan.

Sang wasit melihat gelandang Denmark, Christian Eriksen kolaps di atas lapangan dan memutuskan menghentikan permainan secepatnya. Suasana tegang, tercipta di setiap sudut stadion.

Bersamaan dengan itu, kapten Denmark, Simon Kjaer berlari cepat, mendekat dan melakukan pertolongan pertama pada Christian Eriksen yang tiba-tiba kolaps. Kjaer memposisikan tubuh Eriksen dengan tepat dan memastikan sang gelandang tidak melipat lidahnya.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Tak berselang lama, tim medis pun tiba. Dengan sigap dan tepat, tim medis melakukan pertolongan yang dibutuhkan. Semua yang terbaik dilakukan untuk memastikan Eriksen tetap sadar.

Itulah sedikit gambaran ketegangan yang terjadi ketika pertandingan Denmark vs Finlandia memasuki menit ke-43. Ketegangan dan ketakutan tampak dari seluruh pemain dan juga suporter yang ada di Parken Stadium, Kopenhagen.

Di tengah ketegangan itu, para pemain Denmark dan Finlandia memberikan pelajaran yang sangat berharga. Berempati.

Ketika tim medis sibuk melakukan pertolongan pertama pada Eriksen, para pemain Denmark langsung berkumpul di sekitar tim medis. Mereka berbaris untuk menutupi aktivitas tim medis. Ada yang menatap ke dalam, ada yang memilih tak melihatnya namun tetap berdoa. Terlihat dari wajah mereka.

Sebuah contoh bagus dari para pemain Denmark. Seakan meminta fans dan semua yang melihat insiden itu untuk berempati dan saling menguatkan. Ikut merasakan apa sedang mereka rasakan, apa yang keluarga pemain rasakan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Tak hanya pemain Denmark saja. Pemain Finlandia pun terlihat begitu terkejut dengan insiden tersebut. Begitu tim medis datang dan memberikan perawatan, para pemain Finlandia langsung menuju ke sekitar bangku cadangan tim mereka.

Pandangan mereka tampak tertuju di kejauhan. Tempat Eriksen mendapatkan perawatan. Beragam reaksi ditunjukkan. Tapi doa terbaik tentu mereka panjatkan.

Ketika para pemain Finlandia berada di pinggir lapangan memberikan doa terbaik untuk Eriksen, dan pemain Denmark berkumpul untuk terus memberikan energi dan kekuatan pada Eriksen.

Di kejauhan tampak kapten Denmark, Simon Kjaer dan kiper Kasper Schmeichel menenangkan seorang wanita yang diperkirakan adalah istri Eriksen. Siapa yang kuasa melihat pemandangan itu. Tapi sebagai kapten tim, Kjaer menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Ketika semua yang ada di lapangan bersatu, memanjatkan doa terbaik untuk Eriksen, dan tim medis melakukan tugasnya. Suporter yang ada di tribune melakukan tugas mereka. Memberikan dukungan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Wajah-wajah sedih banyak terlihat di wajah suporter. Namun setelah itu, ketika Eriksen sudah dibawa masuk ke ruang ganti pemain, kedua suporter bersatu dan meneriakkan nama Christian Eriksen bersautan.

Siapa yang tak merinding mendengar itu. Suporter Finlandia meneriakkan “Christian” dan disahut suporter Denmark dengan “Eriksen” berulang kali.

Di media sosial apalagi, #tagar Eriksen jadi trending, dan semua doa terbaik ditujukan untuk pemain itu.

Betapa sepakbola bisa begitu indah dengan pelajaran akan kehidupan. Bukan hanya soal rivalitas, tapi sisi manusiawinya juga tiada batas.

Ketika rasa kemanusiaan sudah berbicara, seketika hasil pertandingan atau kerasnya persaingan di lapangan tak lagi berarti. Semua menyadari tak ada pertandingan seharga dengan nyawa.

Get well soon, Eriksen. Comeback stronger!

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB