Cerdas, Rusma-Rudi Sobek Pendidikan Berbayar di Pessel, saat Debat

Penulis -

Kamis, 12 November 2020 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati pada Pilkada Pessel, Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah merobek selembar kertas yang berisi pendidikan berbayar, Rabu (11/11) di Padang.

Aksi calon Bupati nomor urut 02 merobek selembar kertas saat pernyataan penutup jadi perbincangan.

Aksi Paslon Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah merobek selembar kertas menyorot perhatian publik.

“Apo tulisan tadi tu, ndak jaleh doh (Apa tulisan di kertas itu, tidak jelas,” tanya salah seorang warga, Sri Wahyuni (37) pada wartawan melalui jaringan seluler.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Informasi yang dihimpun ternyata kertas tersebut bertuliskan “Pendidikan Berbayar”. Sementara tulisan yang diangkat Rudi Hariansyah bertuliskan “Pendidikan Gratis”. Aksi keduanya sejalan dengan satu dari sembilan program yang diunggulkan paslon Rusma Yul Anwar-Rudi Hariansyah.

Menurutnya, sekalipun pemerintah telah menggratiskan pendidikan, para orangtua siswa masih dibebani banyak pembayaran. Lebih miris lagi jika iuran disangkutpautkan dengan persyaratan ujian, penerimaan rapor dan lainnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Inilah salah satu fokus perhatian kami berdua jika diamanahkan oleh masyarakat. Tugas orang tua tinggal memikirkan cara agar anak-anaknya mau sekolah, berprestasi dan tidak dibebani dengan iuran-iuran yang belum ditanggung pemerintah selama ini,” jelas Rusma Yul Anwar usai debat.

Paslon lain juga menyampaikan visi misi masing-masing. Paslon nomor urut 01 Hendrajoni- Hamdanus menyampaikan lima misi yang menjadi program unggulan. Selanjutnya Paslon 03 Dedi Rahmanto-Arfianof Rajab menyampaikan visi dan lima misi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJP) Pesisir Selatan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Debat yang diselenggarakan KPU Pesisir Selatan berlangsung selama dua jam. Terdapat lima sesi yang mengupas tentang tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, agama, budaya dan keberagaman.

Ketua KPU Pesisir Selatan, Epaldi Bahar mengatakan, seluruh paslon harus menyampaikan visi misi mereka pada masyarakat.

“Penyampaian visi misi dalam debat akan menjadi referensi bagi masyarakat untuk menjatuhkan pilihan,” kata Epaldi sebelum para kandidat naik ke podium debat. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB