Cepat Tanggap, Pemkab Agam Santuni Korban Kebakaran Di Maninjau

Penulis -

Sabtu, 19 September 2020 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Bencana Kebakaran melanda warga Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (18/9). 8 unit bangunan terdiri 4 unit rumah dan 4 unit kedai dan satu pangkalan ojek.

Menyilapi itu, Bupati Agam, Indra Catri merespon langsung musibah yang dilalui masyarakat Maninjau itu. Mengunjungi lokasi kebakaran di Simpang Pasa Maninjau tersebut, Sabtu pagi (19/9).

Orang nomor satu memimpin dua periode Pemerintahan Kabupaten Agam itu juga menyerahkan bantuan berupa 18 karung, 9 pakk telur, toolskids 6 buah, 6 helai tikar, 6 helai tikar, dan 12 paket bahan pokok lainnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Doktor tamatan IPDN Sumedang ini pun menyerahkan uang tunai Rp10 juta rupiah, untuk korban kebakaran tersebut.

“Bupati Agam berpesan, musibah itu selalu datang dengan tidak terduga. Dan ada tiga musibah yang harus kita waspadai di Kecamatan Tanjung Raya ini. Pertama kebakaran, kedua longsor dan ketiga bencana Wabah Covid-19,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi seraya mengungkapkan kembali pesan Bupati Agam, Indra Catri kepada Prokabar.com, Sabtu (19/8).

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Bupati Agam juga menghimbau, lanjut Handria, menyikapi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Provinsi Sumatra Barat, masyarakat lebih ketat dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Berharap musibah wabah pandemi ini dapat segera pergi. Peran serta masyarakat sangat diharapkan.

“Saya mengucapkan terimakasih, kepada masyarakat yang telah bergotong royong bersama petugas Pemerintah Kecamatan, Pemerintahan Nagari, Polsek Tanjung Raya dan Pemadam Kebakaran, memadamkan api pada saat kejadian. Sehingga kebakaran cepat teratasi dan tidak menyebar ke gedung sekolah atau bangunan lainnya,” terang Bupati Agam, Dr. Indra Catri.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menambahkan sikap cepat tanggap bencana merupakan sebuah kemuliaan. Peduli sesama dengan kondisi darurat kebencanaan, membantu percepatan penanganan musibah yang terjadi.

Di sisi lain, masuknya masa pemilihan umum kepala daerah sebagai ajang pesta demokrasi. Mengajak semua masyarakat dan semua pihak untuk berpolitik badusanak, aman dan damai.

“Mari kita laksanakan Pilkada yang baik, badusanak, aman dan damai,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB