Pasaman, Prokabar — Masalah stunting ternyata benar-benar berbahaya jika disepelekan. Generasi yang baru lahir dan menjadi calon penerus bangsa, bisa-bisa tidak sesuai harapan di masa depan jika diselimuti stunting.
Tidak ingin ini terjadi, pemerintah terus mengkampanyekan berbagai cara untuk mencegah kemungkinan terjadinya stunting di berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya di Pasaman. Tepatnya di Nagari Cubafak, Kecamatan Duo Koto.
BKKBN Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP-KB) Pasaman menggelar sosialisasi media KIE 1000 HPK alias persiapan generasi emas sesuai kearifan lokal, Rabu (24/10).
Kepala DPP-KB Pasaman, Yusnimar menjelaskan, sosialisasi ini menekankan penyebab stunting tidak hanya disebabkan ekonomi lemah, tapi lebih kepada ketidaktahuan para ibu hamil dan pasca melahirkan tentang cara pencegahannya.
“Bersama instansi terkait, kita memberikan arahan bagaimana mencegah generasi kita terhindar dari stunting. Salah satunya mengkosumsi makanan dengan gizi seimbang bagi ibu hamil hingga kelengkapan gizi dan anak di 1000 hari pertama kehidupan,” kata Yusnimar.
Walinagari Cubadak, Yuni Yelfi menjelaskan, materi sosialisasi ini bakal dilaksanakan di tengah-tengh masyarakat. Mengingat di Cubadak sendiri, tidak tertutup kemungkinan masih banyak para ibu yang kurang paham akan penyebab stunting ini.
“Dalam hal ini, kita menggendeng ibu-ibu penggerak PKK untuk dapat menjadi perpanjangan tangan pengetahuan yang diberikan pemateri dalam sosialisasi ini. Semoga saja, pencegahan yang dilakukan dapat melahirkan generasi emas bagi masyarakat Cubadak,” tutup Yuni Yelfi. (Ola)
















