Cegah Kekeringan, Pemkab Pessel Dorong Masyarakat Terapkan Lubang Biopori

Penulis -

Sabtu, 30 November 2019 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pemukiman padat penduduk atau kawasan perumahan, agar membuat lubang biopori. Upaya itu bertujuan untuk menjaga keseimbangan air tanah agar terhindar dari ancaman kekeringan terutama di saat memasuki musim kemarau.

Kepala DLH Pessel, Jumsu Trisno mengatakan bahwa lubang biopori selain berfungsi sebagai serapan air ketika musim hujan, juga bisa sebagai penyimpanan atau cadangan air, termasuk juga sebagai media pengisap sisa limbah buangan rumah tangga jenis organik.

Kehadiran lubang biopori pada kawasan padat penduduk atau kawasan perumahan, bisa dijadikan sebagai tempat cadangan air di saat musim kemarau. Sebab di saat musim hujan, lubang biopori memiliki fungsi sebagai serapan air dan mengatasi banjir, serta juga sebagai media penghisap limbah buangan rumah tangga.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Dari itu kepada masyarakat diminta agar mengembangkan program lubang biopori ini pada kawasan-kawasan perumahan,” ungkapnya dilansir dari MC Pessel, Sabtu (30/11).

Dia juga menjelaskan bahwa biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Bahkan biopori memiliki fungsi yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan.

Diantaranya, memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah, membuat kompos alami dari sampah organik dari pada dibakar, mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.

Serta mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut, mengurangi resiko banjir di musim hujan, maksimalisasi peran dan aktifitas flora dan fauna tanah, serta mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.  

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dijelaskanya bahwa cara membuat lubang biopori tersebut adalah dengan menggali lubang secara vertikal dengan diameter 10 cm dengan ke dalaman 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah. Jarak antara lubang satu dengan yang lainya 50-100 cm, mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm dengan tebal 2 cm disekeliling mulut lubang.

Selanjutnya lobang di isi dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau dari sisa pangkasan rumput. Penambahan sampah organik ke dalam lubang yang telah berkurang, juga perlu dilakukan. Hal itu memang akibat dari penyusutan dan proses pelapukan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Nah kompos yang sudah terbantuk dalam lubang itu, dapat diambil setiap akhir musim kemarau. Pengambilan kompos itu sekaligus bertujuan untuk pemeliharaan terhadap lobang resapan tersebut,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa biopori juga bermanfaat secara arsitektur lanskap sehingga telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan rumah minimalis yang menerapkan konsep rumah hijau.

Diungkapkan lagi bahwa biopori juga telah menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum ruang terbuka hijau di perkotaan.

“Berdasarkan berbagai manfaat itu, sehingga kita menganjurkan kepada masyarakat untuk membuat lubang biopori, sebagai mana telah dikembangkan saat ini di lingkungan taman Masjid Akbar Baiturahman Painan,” tuturnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB