Cegah Karhutla, Kapolres Doni Rangkul Pemkab-Pemnag Bentuk Satgas

Penulis -

Sabtu, 29 Februari 2020 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, Prokabar — Kepolisian Resor Payakumbuh, Polda Sumbar terus meluncurkan program inovatif di tengah-tengah masyarakat.

Sukses dengan program aplikasi berbasis IT Polisiku dan transparansi pelayanan, maka Selasa (25/2) kemarin, Kapolres AKBP Doni Setyawan merangkul Pemkab dan Pemnag di wilayah administratif Limapuluh Kota yang masuk wilkum Payakumbuh, membentuk Satgas Karhutla.

“Atas nama Pemerintah Nagari, kami bangga dan apresiasi yang tinggi dengan kepedulian Kapolres panutan pak Doni (AKBP Doni Setyawan,-red),” kata Walinagari Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, DV Dt Tan Marajo.

Hal itu diungkapkan Tan Marajo, dalam Focus Group Discution (FGD) yang digelar Polres Payakumbuh. Hadir dalam kegiatan itu, selain Kapolres dan PJU Polres, Kadis PUPR Limapuluh Kota Yunire Yunirman, Kepala Pelaksana BPBD Lima Puluh Kota Joni Amir dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Eki Hari Pratama dan seluruh walinagari se wilkum Payakumbuh.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Situjuah Batua, sebelumnya memiliki 4 Pernag Krusial. Yang salah satu nya mengatur tentang Karhutla. Jadi, ada korelasi yang jelas, dengan kegiatan yang difasilitasi pak Kapolres sekarang,” jelasnya.

Kapolres Doni Setyawan menyebut, perlu dibentuk Satgas Karhutla dengan Melibatkan Semua Pihak dengan leading Sektor BPBD Limapuluh Kota

“Saat ini yang menjadi acuan penanganan Karhutla adalah Provinsi Riau dengan menggunakan aplikasi Lancang Kuning,” jelas Dony Setyawan.

Dia meminta, konsepkan strategi dengan mensinergikan sumber teknologi dan sumber daya manusia dan selaraskan dengan kondisi di Lima Puluh Kota

“Paparkan situasi, jumlah karhutla, dan strategi dalam merubah kebiasaan masyarakat yang suka membakar lahan, serta bentuk strategi jangka panjang dalam penanganan Karhutla,” tutur Kapolres.

Berdasarkan penelitian, kata Dony Setyawan, 80 % penyebab kebakaran karena ulah manusia baik itu personal maupun Korporasi.

“Maka, perlu dibentuk Satgas- Satgas dengan rumusan tugas yang jelas dan tanggung jawab yang jelas,” demikian Doni Setyawan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Eki Hari Pratama mengaku, hakikat FGD adalah meminta pokok-pokok pikiran semua pihak dalam merumuskan permasalahan, early warning system, kesadaran terhadap bencana, manajemen penanganan bencana sehingga terbentuk sistem yang baik.

“Pembakaran lahan terjadi saat petani membuka lahan perkebunan, untuk Wilkum Polres Payakumbuh terdapat di Lareh Sago Halaban, Sebagian Situjuh,” katanya.

Kepala BPBD Limapuluh Kota Jhoni Amir mengatakan, sudah ada Peraturan Bupati tentang Karhutla namun setiap tahun dirubah sesuai situasional.

Dia merinci, infografis bencana Limapuluh Kota tahun lalu. Untuk banjir (39 kejadian), kebakaran hutan dan lahan ( 3 kali kejadian), angin puting beliung dan longsor beberapa kali.

Kepala UPTD KPHL Lima Puluh Kota diwakili Kasi Perlindungan KSDAE dan PM Ismet Fanani mengatakan, kewenangan Dinas kehutanan berada dibawah Pemerintah Provinsi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dinas kehutanan, kata dia, membentuk MPA (Masyarakat Peduli Api) yang sudah ada di Nagari-Nagari untuk penanggulangan Karhutla seperti di Sungai Balantiak.

“PPHBN dibentuk dan di SK kan oleh Walinagari untuk Penanganan Karhutla di Nagari dan sudah ada dana intensif sebanyak Rp. 200.000,- perbulan dengan dibayarkan per Triwulan,” jelasnya.

Kadis PUPR Limapuluh Kota Hj Yunire Yunirman mengatakan, kebakaran hutan akan berakibat kepada longsor dan terdapat 3 tipe jalan. Yaitu jalan nasional, jalan Provinsi, dan jalan Kabupaten. “Alat-alat berat stand-by di daerah-daerah rawan namun jika ada daerah yang jauh dari alat akan lama menunggu alat,” katanya.

“Membangun infrastruktur sangat mahal, sedangkan dana terbatas. Setelah bencana selesai, maka PUPR akan memberikan bantuan dengan pasir karung, turab, dan lain-lain,” kata Yunire. (Vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB