Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Cegah Covid 19, Ritual Basyafa di Ulakan Ditiadakan

Dibaca : 421

Padang Pariaman, Prokabar – Dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman, pemerintah setempat menunda kegiatan Ritual Basapa Gadang maupun Basapa Ketek di Makam Syekh Burhanuddin Ulakan, Kec Ulakan Tapakis tahun ini.

Perihal penundaan ritual keagamaan tersebut diungkapkan Adib Alfikri selaku Pejabat Sementara (PJS) Bupati Padang Pariaman pada saat memimpin rapat koordinasi, Kamis (1/10) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam rapat koordinasi bersama Ketua MUI, Niniak Mamak, Urang Tuo Ulayat dalam Nagari Ulakan, Tuanku Khalifah ke 15 dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah di Kabupaten Padang Pariaman itu, Adib Alfikri, mengatakan jika tradisi Ritual Basyafa tidak ditunda dikhawatirkan akan membuka peluang terjadinya klaster baru di Padang Pariaman, karena saat Basyafa tidak kurang sepuluh ribu orang akan menghadirinya.

“Saya dengar biasanya jema’ah lebih dari 10 ribu orang dari berbagai wilayah yang datang, ini jumlah yang luar biasa. Rata-rata mereka berusia di atas 60 tahun, kalau tidak pandai-pandai nanti dampaknya luar biasa, lebih banyak mudharat dari manfaat. Perlu kami tekankan ini murni untuk kemaslahatan bukan karena tendensi lain,” ungkapnya.

Selain itu, Adib juga menambahkan harus ada tindak lanjut masing-masing stakeholder dibidang terkait dalam memberikan sosialisasi dan pemberitahuan kepada masyarakat untuk menunda dulu menghadiri acara basyafa di Ulakan Kabupaten Padang Pariaman demi kemaslahatan bersama.

“Saya sudah mintah kepada seluruh OPD seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan agar menyiapkan posko diperbatasan untuk mencegah masuknya masyarakat diluar Kabupaten Padang Pariaman yang berniat untuk berziarah di Makam Syekh Burhanudin yang dalam jadwalnya akan dilaksanakan bulan ini,” tambah Adib.

Sementara itu Ketua MUI Padang Pariaman Buya Sofyan Tuanku Bandaro, meminta agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan agar lebih memberikan pemahan serta sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat lebih mengerti dan paham tentang Covid-19, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman ditengah masyarakat terhadap ulama.

“Dengan ditundanya Basyafa pada tahun ini akan memunculkan anemo baru ditengah masyarakat, dimana mereka menyangka para alim ulama telah berubah haluan dan tidak untuk membimbing masyarakat dalam keagamaan,” ungkapnya.

Saat ini, sambung Syofyan, para alim ulama juga telah memberikan pemberitahuan kepada jama’ah yang berada diluar Kabupaten Padang Pariaman bahwasanya Basyafar ditunda untuk tahun ini.

Hal yang sama juga diungkapkan Khalifa 15 Syekh Burhanuddin, Hery Firmansyah, menghimbau seluruh jama’ah yang menganut aliran Tariqat Syatariyah untuk mengikuti himbauan dari pemerintah Padang Pariaman demi kemaslahatan bersama.

“Covid 19 adalah isu dunia, sehingga tidak ada keinginan dari pemerintah untuk melarang basapa tanpa ada alasan yang tepat memutuskan untuk menunda ritual basafa,” sebutnya. (Syh)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top