Seribu remaja dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, mampu mewujudkan mimpinya menjadi sarjana setelah bertemu dengan sang inspirator pendidikan yang membumi di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona.’ Dia adalah Syaiful Ardi merupakan Dosen di Perguruan Tinggi Universitas Ekasakti (Unes) Padang.
Bapak Syaiful Ardi, tidak pernah jenuh menginspirasi kami anak-anak yang terlahir dari keluarga sederhana di sudut-sudut kampung untuk berjuang mewujudkan mimpi menjadi seorang sarjana, terutama saya.
Ayah saya sudah meninggal 15 tahun silam, Ibu saya seorang janda yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saya Alumni dari Madrasah Alya (MA) Muhammadiyah Lakitan, yang selalu mendapat rengking 1 hingga saya sangat ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Namun, karena tidak punya biaya saya menjadi pesimis bisa kuliah, sehingga saya tidak pernah berhenti berdoa memohon kepada Allah.
Alhamdulillah doa anak yatim, Allah dengan mengirim seorang yang sangat peduli nasib kami anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dia adalah bapak Syaiful Ardi memberi jalan hingga mendapatkan beasiswa bidikmisi di Universitas Ekasakti Padang.
Bapak Syaiful Ardi merupakan pahlawan pendidikan bagi kami, beliau bukan hanya pemimpin seperti pada umumnya, namun juga ikut berperan dalam menunjang pendidikan umumnya di Pesisir Selatan dan Mentawai.
Saya anak muda Pesisir Selatan kerap kali mendengar bapak Syaiful Ardi membantu generasi muda agar dapat melanjutkan kuliah walau terhalang masalah biaya.
Anak-anak muda dari Pesisir Selatan sendiri banyak yang cerdas serta berbakat, namun karena keterbatasan biaya mereka semua hanya bisa melanjutkan sampai jenjang pendidikan SMA.
Tidak sedikit kami hampir kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, namun kepedulian bapak Syaiful Ardi terhadap keinginan anak muda Pesisir Selatan, harapan putus asa itu akhirnya dikuburkan oleh sosok seorang dosen Syaiful Ardi.
Beliau sering berpesan. “Nak, jangan pernah patah semangat hanya karena orang tua kita tidak mampu membiayai kulya. Namun, nak tetaplah bersungguh-sungguh karena dengan kesungguhan hati akan ada jalan keluar oleh Allah, nak.”
Beliau memang seorang inspirator yang membumi, berkat beliau lah kami umumnya, dan terutama saya sendiri merasakan duduk di bangku perkuliahan.
Saya selalu berjanji untuk belajar dengan rajin dan menjadi sarjana hebat yang berhati mulia seperti yg di contohkan oleh bapak Syaiful Ardi.
Saya mengucapkan ribuan terimah kasih kepada bapak Syaiful Ardi, beliau patut diberi sang inspirator sesungguhnya bagi kami.
Beliau sesungguhnya yang patut memimpin negeri ini yang dirindukan oleh masyarakat Pesisir Selatan, terutama bagi kami anak muda yang memiliki segudang prestasi dan semangat tinggi,(*)
Suci Wulandari, anak asuhan rembulan yang berproses menjadi matahari. Penulis lahir pada 17 Juli 2000 di Koto Lamo Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Sibungsu dari empat bersaudara.
















