Catatan Seorang Anak Yatim, Untuk Syaiful Ardi Sang Inspirator Pendidikan

Penulis -

Jumat, 17 Januari 2020 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seribu remaja dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, mampu mewujudkan mimpinya menjadi sarjana setelah bertemu dengan sang inspirator pendidikan yang membumi di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona.’ Dia adalah Syaiful Ardi merupakan Dosen di Perguruan Tinggi Universitas Ekasakti (Unes) Padang.

Bapak Syaiful Ardi, tidak pernah jenuh menginspirasi kami anak-anak yang terlahir dari keluarga sederhana di sudut-sudut kampung untuk berjuang mewujudkan mimpi menjadi seorang sarjana, terutama saya.

Ayah saya sudah meninggal 15 tahun silam, Ibu saya seorang janda yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saya Alumni dari Madrasah Alya (MA) Muhammadiyah Lakitan, yang selalu mendapat rengking 1 hingga saya sangat ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Namun, karena tidak punya biaya saya menjadi pesimis bisa kuliah, sehingga saya tidak pernah berhenti berdoa memohon kepada Allah.

Alhamdulillah doa anak yatim, Allah dengan mengirim seorang yang sangat peduli nasib kami anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dia adalah bapak Syaiful Ardi memberi jalan hingga mendapatkan beasiswa bidikmisi di Universitas Ekasakti Padang.

Bapak Syaiful Ardi merupakan pahlawan pendidikan bagi kami, beliau bukan hanya pemimpin seperti pada umumnya, namun juga ikut berperan dalam menunjang pendidikan umumnya di Pesisir Selatan dan Mentawai.

Saya anak muda Pesisir Selatan kerap kali mendengar bapak Syaiful Ardi membantu generasi muda agar dapat melanjutkan kuliah walau terhalang masalah biaya.

Anak-anak muda dari Pesisir Selatan sendiri banyak yang cerdas serta berbakat, namun karena keterbatasan biaya mereka semua hanya bisa melanjutkan sampai jenjang pendidikan SMA.

Tidak sedikit kami hampir kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, namun kepedulian bapak Syaiful Ardi terhadap keinginan anak muda Pesisir Selatan, harapan putus asa itu akhirnya dikuburkan oleh sosok seorang dosen Syaiful Ardi.

Beliau sering berpesan. “Nak, jangan pernah patah semangat hanya karena orang tua kita tidak mampu membiayai kulya. Namun, nak tetaplah bersungguh-sungguh karena dengan kesungguhan hati akan ada jalan keluar oleh Allah, nak.”

Beliau memang seorang inspirator yang membumi, berkat beliau lah kami umumnya, dan terutama saya sendiri merasakan duduk di bangku perkuliahan.

Saya selalu berjanji untuk belajar dengan rajin dan menjadi sarjana hebat yang berhati mulia seperti yg di contohkan oleh bapak Syaiful Ardi.

Saya mengucapkan ribuan terimah kasih kepada bapak Syaiful Ardi, beliau patut diberi sang inspirator sesungguhnya bagi kami.

Beliau sesungguhnya yang patut memimpin negeri ini yang dirindukan oleh masyarakat Pesisir Selatan, terutama bagi kami anak muda yang memiliki segudang prestasi dan semangat tinggi,(*)

Suci Wulandari, anak asuhan rembulan yang berproses menjadi matahari. Penulis lahir pada 17 Juli 2000 di Koto Lamo Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Sibungsu dari empat bersaudara.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB