Sawahlunto, Prokabar – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Sawahlunto menggelar Bursa Kerja (Job Fair), pada 12 hingga 13 Desember 2018 di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto.
Kepala Dinas PMPTSPTK Kota Sawahlunto, Dwi Darmawati mengatakan, Job Fair yang dimaksudkan untik menakan angka pengangguran itu diikuti 27 perusahaan, yang berasal dari Kota Sawahlunto, BPJS Tenaga Kerja Solok, Kota Padang, Kota Batam, dan Kabupaten Sukoharjo.
Job Fair diharapkan dapat mengcover pengangguran di Sawahlunto, dari data DPMPTSPTK Kota Sawahlunto bulan Februari lalu, terdapat 1.606 pengangguran di Sawahlunto dari berbagai latar pendidikan dalam rentang usia 15 hingga 64 tahun. Itu belum termasuk lulusan baru hingga Desember ini.
“Job Fair merupakan salah satu dari tiga program strategis kami, selain mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) dan meningkatkan kompentensi pencari kerja,” katanya, Selasa (11/12).
Dwi Darmawati menambahkan, pihaknya tidak akan membiarkan begitu saja setelah Job Fair digelar. Nantinya, lanjut Dwi Darmawati, akan ada monitoring dan evaluasi (Monev) ke perusahaan yang mengikuti Job Fair tersebut.
“Sebulan setelah pelaksanaan Job Fair, kami akan Monev ke perusahaan-perusahaan tersebut, berapa yang diterima, apakah penempatan sesuai dengan kemampuannya, jika tidak diterima apa alasannya,” tambahnya.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami, jika masalahnya pada kemampuan tenaga kerja, kita akan latih mereka di Balai Latihan Kerja (BLK),” sambungnya kemudian.
Adanya Sawahlunto Job Fair ini membuat pengurusan kartu AK 1 atau kartu pencari kerja yang mengurus meningkat drastis di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenaga Kerjaan (DPMPTSTK) Kota Sawahlunto.
Kepala Bidang Penanaman Modal dan Tenaga Kerja DPMPTSP-NAKER Kota Sawahlunto, Suyanto mengatakan, mudah-mudahan ini pertanda tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
“Job Fair atau bursa kerja itu merupakan pertama kali dilaksanakan di Kota Sawahlunto. Akan tersedia ratusan lowongan kerja nantinya dengan puluhan perusahaan nasional, multi nasional maupun perusahaan lokal,” katanya di Sawahlunto
Suyanto menyebutkan, untuk pengurusan kartu AK 1 tidak dikenakan biaya atau gratis. Pada saat pelaksanaan Job Fair, pihaknya juga membuka stand khusus membuat kartu pencari kerja tersebut. Hal itu ditujukan untuk mempermudah pencari kerja yang belum sempat mengurusnya.
“Kegiatan ini tidak hanya dapat dinikmati pencari kerja asal Kota Sawahlunto saja, namun juga boleh diikuti pencari kerja dari daerah lain. Yang penting hal yang dipersyaratkan dibawa saat pelaksanaan kegiatan nantinya seperti kartu AK1 atau juga dikenal dengan Kartu Kuning,” ujarnya.
“Setidaknya ada 50 hingga 60 yang mengurus AK 1 dalam lima hari terakhir ini,” pungkasnya kemudian.
Pasalnya untuk mengikuti Job Fair tersebut, para pecari kerja harus memenuhi beberapa persyaratan umum yakni foto copy KTP Sawahlunto, Ijazah terakhir, kartu AK 1 atau kartu pencari kerja.(*/mbb)
















