Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Cari OTG, Pemkab Tanah Datar Akan Lakukan Swab Tes 15000 ASN dan Pelaku Perjalanan

Dibaca : 336

Tanah Datar, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berencana melakukan swab test terhadap 15 ribu Aparatur Sipil Negaranya (ASN). Selain ASN, swab test juga diperuntukan bagi seluruh guru diberbagai tingkatan sekolah serta pelaku perjalanan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita diselas sela sosialisasi Peraturan Daerah no 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)di kawasan pasar serikat kota Batusangkar, selasa (6/10).

Selain untuk mencegah penularan Covid 19 ungkap Yesrita, swab tes tersebut juga untuk meningkatkan proporsi tes Covid 19 di Tanah Datar yang saat ini berada dibawah angka 1,5% . Guna mewujudkan hal itu, Pemerintah Daerah telah mengakomodirnya melalui peningkatan anggaran, dimana anggaran pelaksanaanya dianggarkan melalui Dana Insentif Daerah atau DID pada anggaran perubahan 2020.

“Dengan swab tes masal ini nantinya juga dapat kita ketahui dan terjaring, mana Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid 19 dan mana yang tidak. Jadi, apabila nanti ini sudah oke, kita lakukan pemeriksaan untuk 15 ribu ASN di Kabupaten Tanah Datar, ataupun pelaku pelaku perjalanan,” terangnya.

Dalam menekan angka penyebaran Covid 19 yang saat ini lebih cendrung meningkat di Kabupaten Tanah Datar, Yesrita menjelaskan jika pihaknya dengan bersama sama akan berusaha menerapkan atau mendisiplinkan protokol kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, juga akan dilakukan tracing secara masif terhadap orang tanpa gejala atau OTG.

“Artinya ,jangan sampai OTG ini masih berjalan atau tidak terdeteksi oleh kita sehingga menularkannya kepada lebih banyak orang. Untuk itu, dengan adanya pemeriksaan lebih banyak, tentu kita berhatap semuanya sudah terdeteksi dan kita bisa turun dari zona orange ke zona kuning,” tegasnya.

Pihaknya juga tidak menampik, jika sampai saat ini masih mengalami kesulitan dalam menerapkan protokol kesehatan ditengah tengah masyarakat. Hal inipun terjadi, karena masih adanya masyarakat yang tidak percaya akan virus corona dan menilai hal itu hanya sebuah konspirasi.

“Kendala kita itu, pertama masyarakat kita belum semuanya memahami tentang Covid 19. masih ada masyarakat beranggapan bahwa Covid 19 hanya konspirasi, artinya bukan betul betul ada. Mungkin ini juga tantanga bagi kami di Dinas Kesehatan termasuk juga Dinas Kominfo barangkali mensosialisasikan ke masyarakat bahwa Covid 19 itu betul betul ada.

Tidak hanya itu, implementasi 3 M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan) di masyarakat juga belum semuanya patuh. Untuk itu, Pemerintah melalui Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat no 6 tahun 2020 dan Perbub 48 tahun 2020, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dapat terwujud.

“Kepada masyarakat kami menghimbau mari sama sama kita terapkan (Protokol Kesehatan) karena setelah ada sosialisasi ini, tentu ada sangsi kepada masyarakat yang melanggar 3 M ini,” tutupnya.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top