Prokabar.com, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan stimulus ketenagalistrikan secara langsung.
Stimulus tersebut sudah masuk dalam anggaran pemerintah pada periode September 2021.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan pemberian stimulus tersebut dalam bentuk pemotongan tagiah rekening listrik pelanggan.
Untuk pelanggan prabayar, stimulus dalam bentuk pemotongan tarif saat membeli token listrik.
Sementara itu untuk pelanggan prabayar dengan daya 450 VA tidak perlu mengakses token stimulus di website ataupun layanan WhatsApp Stimulus.
Sebab, kata dia, pelanggan prabayar dengan daya 450 VA sudah mendapatkan stimulus saat membeli token listrik.
“Pelanggan prabayar datya 450 VA tidak perlu lagi mengakses token stimulus,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/9).
Dalam keterangan tersebut, Bob melanjutkan, khusus untuk pembebasan biaya beban, abonemen dan pemebenasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus sudah otomatis dengan pemotongan tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri.
“Pemerintah memberikan potongan tersebut sebesar 50 persen,” katanya lagi.
Ada dua cara untuk mendapatkan pemotongan tarif listrik ini.
Pertama melalui aplikasi PLN Mobile dan websiten PLN.
Pada PLN Mobile, pelanggan bisa memilih menu info stimulus. lalu memasukkan nomor ID pelanggan ataupun nomor meter. Selanjutnya pelanggan bisa menekan tombol kirim.
Sementara itu, pelanggan yang ingin mengakses stimulus PLN melalui website bisa mengakses pada link ini
Pada website pelanggan bisa mengklik diskon stimulus Covid-19 kemudian memasukkan nomor ID pelanggan dan kode Captcha, lalu klik cari.
Selanjutnya pelanggan bisa memasukkan nomor KTP, nama lengkap sesuai KTP, alamat lengkap sesuai KTP, kode Captcha, lalu klik simpan.
Jika pelanggan masuk dalam daftar penerima diskon listrik, maka namanya akan muncul dalam keterangan besaran diskon.
Jika pelanggan tidak masuk dalam kategori itu, maka akan muncul pemberitahuan pelanggan tidak mendapatkan diskon.
















