Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Cara Lain Jafri Sastra Menikmati Jeda Kompetisi: “Tanaman Jeruk Saya Mulai Berbuah”

Dibaca : 597

Payakumbuh, prokabar – Jeda kompetisi akibat pandemi Covid-19, membuat pelaku sepakbola harus mencari cara untuk mengisi hari demi hari. Walau aktifitas kekinian kadang harus diisi dengan hal-hal yang tak ada kaitan dengan sepakbola, tapi yang penting dapat dinikmati.

Salah satunya adalah pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra. Ternyata pelatih berusia 55 tahun ini sudah pulang ke Payakumbuh dan berkumpul dengan keluarga. “setelah pertandingan pertama Liga 2 Maret lalu, saya langsung pulang ke Payakumbuh.”katanya, kepada bolabeten.com, Selasa sore.

Kegiatan mantan pelatih semen Padang 2012-2014 ini lebih banyak dihabiskan dengan berkumpul bersama keluarga. Apalagi situasi Kota Payakumbuh sekarang menjadi zona merah Covid-19, membuat Jafri membatasi diri berkumpul dengan pelaku-pelaku sepakbola Kota Biru.

“Biasanya kalau pulang ke Payakumbuh tiap hari saya ke lapangan bola bersama kawan-kawan di Payakumbuh Old Stars. Terkadang bermain bola juga, atau sekedar latihan mencari keringat. Tapi sekarang tidak ada lagi.”ucapnya.

Namun begitu pelatih yang pernah membawa Mitra Kukar juara Piala Jenderal Sudirman 2016 ini punya kegiatan lain, yaitu berladang. “Ada lahan sedikit, sudah lama saya tanami jeruk, sekarang sudah mulai berbuah.”ucapnya gembira.

Di ladang jeruknya itulah Jafri menghabiskan harinya, merawat, membersihkan, menyemprot insektisida, dan sebagainya. “Tidak banyak, paling sekitar 60-70 batang dan sudah mulai berbuah. Alhamdulillah, untuk mengisi hari dan membuat hati senang.”ucap pelatih yang membawa Semen Padang ke 8 besar AFC Cup 2013 dan 8 besar ISL 2014 ini.

Soal kelanjutan kompetisi, Jafri saat ini hanya menunggu kabar dari PSSI dan klubnya. Karena baginya, disaat situasi sekarang, pihak yang berkompeten soal kompetisi harus hati-hati menyikapi, apakah akan dilanjutkan atau tidak.

“Kalau situasinya sudah benar-benar aman dan memungkinkan, tidak masalah dilanjutkan. Tapi kalau tidak, sebaiknya jangan dipaksakan, terlalu beresiko bagi banyak orang.”tutup Jafri, yang rencanaya tahun ini akan mengikuti kursus Diploma AFC Pro, tapi karena Corona, kursus tersebut terpaksa ditunda.(mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top